JAKARTA – Cirebon tidak hanya dikenal melalui wisata kuliner dan tempat hiburannya, tetapi juga memiliki beragam destinasi wisata religi yang menyimpan sejarah panjang penyebaran Islam di Jawa Barat. Mulai dari kompleks makam tokoh penting hingga masjid bersejarah, berbagai tempat tersebut menjadi tujuan wisatawan dan peziarah dari berbagai daerah.
Sebagai kota pelabuhan yang memiliki sejarah panjang, Cirebon berperan penting dalam perkembangan Islam di Nusantara. Jejak sejarah tersebut masih dapat ditemukan melalui sejumlah bangunan peninggalan kesultanan, masjid kuno, dan kompleks pemakaman tokoh penyebar Islam.
Selain beribadah dan berziarah, wisata religi di Cirebon juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal perpaduan budaya yang membentuk identitas daerah tersebut.
Berikut lima rekomendasi wisata religi di Cirebon yang menarik untuk dikunjungi.
1. Makam Sunan Gunung Jati
Makam Sunan Gunung Jati merupakan salah satu tujuan utama wisata religi di Cirebon. Kompleks makam yang berada di kawasan Gunung Sembung ini menjadi tempat peristirahatan Sunan Gunung Jati, salah satu anggota Wali Songo yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Jawa Barat.
Kawasan tersebut juga memiliki sejumlah makam tokoh bersejarah lainnya. Arsitektur kompleksnya memperlihatkan perpaduan unsur Jawa, Tionghoa, dan Islam.
Banyak peziarah datang untuk berdoa, mengenang jasa para tokoh terdahulu, serta mempelajari sejarah perkembangan Islam di Cirebon.
2. Masjid Merah Panjunan
Masjid Merah Panjunan menjadi salah satu bangunan bersejarah yang menarik dikunjungi saat berada di Cirebon. Masjid ini dibangun pada 1480 oleh Syekh Abdurrahman atau Pangeran Panjunan.
Ciri khas bangunannya terlihat dari penggunaan bata merah serta hiasan keramik bermotif Tionghoa yang menghiasi sejumlah bagian dinding.
Perpaduan unsur budaya tersebut menjadi gambaran hubungan masyarakat Cirebon dengan berbagai kebudayaan pada masa lalu. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi destinasi untuk mengenal sejarah perkembangan Islam di kawasan pesisir.
Pengunjung juga dapat menikmati kuliner dan melihat kerajinan yang dijual di sekitar kawasan Panjunan.
3. Masjid Keramat Megu
Masjid Keramat Megu terletak di Desa Megugede, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Masjid ini dipercaya dibangun sekitar abad ke-16 oleh tokoh penyebar Islam bernama Ki Buyut Megu atau Ki Buyut Atas Angin.
Salah satu keunikannya adalah sembilan pintu kayu yang dibuka pada waktu-waktu tertentu, seperti saat pelaksanaan salat Jumat dan salat Id.
Di sekitar masjid juga terdapat sumur yang dianggap keramat serta tiga makam tokoh yang dihormati, yaitu Ki Buyut Megu, Nyi Buyut Megu, dan Pangeran Arya Natas Angin.
Tempat ini dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin mengenal tradisi keagamaan dan sejarah lokal masyarakat Cirebon.
4. Masjid Merah Pasalakan
Masjid Merah Pasalakan atau Masjid Syarif Abdurrahman Al Usmani merupakan masjid tua yang diperkirakan berdiri sejak abad ke-16. Keunikan tempat ini terletak pada keberadaan kompleks makam bersejarah yang menyatu dengan area masjid.
Salah satu tokoh yang dimakamkan di kawasan tersebut adalah Syarif Abdurrahman Al Usmani, yang dikenal memiliki hubungan keturunan dengan Sunan Gunung Jati.
Selain kompleks makam, terdapat pula sumur yang dianggap keramat di dekat masjid. Pengunjung dapat berziarah sekaligus mengenal kisah para tokoh terdahulu yang dikaitkan dengan penyebaran Islam di wilayah Pasalakan.
5. Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan salah satu masjid bersejarah yang terletak di kawasan Keraton Kasepuhan Cirebon. Masjid ini dikenal sebagai peninggalan penting dari masa awal perkembangan Islam di Cirebon.
Bangunannya memiliki arsitektur tradisional yang mencerminkan budaya masyarakat setempat. Penggunaan material dan bentuk bangunan khas menjadikan masjid ini memiliki nilai sejarah dan budaya tersendiri.
Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Agung Sang Cipta Rasa juga menarik bagi wisatawan yang ingin memahami hubungan antara sejarah kesultanan, perkembangan Islam, dan kebudayaan Cirebon.
Kelima destinasi tersebut memperlihatkan bahwa Cirebon memiliki kekayaan wisata religi yang tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ibadah dan ziarah, tetapi juga sejarah serta akulturasi budaya. Berkunjung ke tempat-tempat tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat perjalanan Islam dan warisan budaya di wilayah Cirebon.
