Jakarta — T.O.P membagikan pesan khusus untuk penggemar Indonesia menjelang fan meeting bertajuk T.O.P Pre-Studio 2026 yang akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada 19 September 2026.
Jakarta menjadi salah satu kota yang disambangi T.O.P dalam rangkaian tur fan meeting solonya tahun ini. Ia mengajak para penggemar menciptakan momen spesial bersama dalam acara yang akan berlangsung kurang dari tiga pekan lagi.
Pesan tersebut disampaikan T.O.P melalui video yang diunggah TONZ Entertainment selaku promotor di media sosial pada Senin (31/8).
“Halo, saya T.O.P. Saya sudah tidak sabar untuk bertemu kalian di Jakarta setelah sekian lama,” ungkap T.O.P.
“Mari kita bersama membuat momen spesial di PRE-STUDIO pada 19 September. Sampai ketemu di Istora Senayan. See you soon, Jakarta!”
T.O.P Siap Bertemu Fan Indonesia
Pertemuan dengan penggemar di Jakarta menjadi salah satu agenda dalam rangkaian T.O.P Pre-Studio 2026. Tur tersebut menandai fan meeting solo perdana T.O.P sepanjang dua dekade perjalanan kariernya di industri hiburan.
T.O.P membuka rangkaian fan meeting di Pia Arena MM, Yokohama, Jepang, pada 9 Juli. Ia kemudian menyambangi Hong Kong pada 15 Agustus dan Taipei pada 22 Agustus.
Setelah Jakarta, T.O.P dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur pada 27 September, Tokyo pada 6 November, dan Kaohsiung pada 19 Desember.
Dengan demikian, Jakarta menjadi salah satu pemberhentian penting dalam rangkaian fan meeting solo T.O.P tahun ini.
Perjalanan Solo T.O.P Setelah BIGBANG
Fan meeting tersebut menjadi salah satu langkah terbaru T.O.P dalam perjalanan karier mandirinya setelah meninggalkan BIGBANG pada 2023.
Baca Juga: Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)
Pria bernama asli Choi Seung-hyun itu memulai kiprahnya di industri hiburan sebagai salah satu personel BIGBANG yang debut pada 2006.
Setelah keluar dari grup yang membesarkan namanya, T.O.P kembali menjalani berbagai aktivitas sebagai solois. Ia juga meluncurkan album studio solo penuh pertamanya, Another Dimension, pada April lalu.
Tak hanya bermusik, T.O.P juga aktif di dunia seni peran. Salah satu penampilan terbarunya adalah sebagai Thanos dalam Squid Game season 2.
Sebelumnya, ia membintangi sejumlah film, termasuk 71: Into the Fire (2010), Commitment (2013), dan Tazza 2: The Hidden Card (2014).
Kini, para penggemar Indonesia akan mendapat kesempatan bertemu langsung dengan T.O.P melalui T.O.P Pre-Studio 2026 di Istora Senayan pada 19 September 2026.