Penulis : Redaksi

JAKARTA – Novel-novel karya penulis Irlandia, Sally Rooney, tidak lagi dipasok oleh penerbitnya ke pasar Inggris setelah ia menyatakan dukungan kepada Palestine Action, kelompok yang ditetapkan pemerintah Inggris sebagai organisasi teroris. Keputusan tersebut diumumkan penerbit Faber & Faber pada Rabu (14/10/2026), menyusul persoalan hukum terkait penyaluran royalti penjualan buku kepada Rooney.

Faber menyatakan, aturan yang berlaku di Inggris membuat penerbit tidak dapat meneruskan pendapatan dari penjualan buku di negara tersebut kepada Rooney. Karena itu, kedua pihak sepakat menghentikan pasokan karya Rooney di Inggris dalam berbagai format, sementara penjualan di wilayah lain tetap berlanjut. Sumber: Faber & Faber.

Meski demikian, keputusan tersebut tidak berarti seluruh buku Rooney langsung dilarang beredar atau ditarik dari toko. Faber mengonfirmasi kepada RTÉ bahwa toko buku masih boleh menjual stok yang sudah mereka miliki, tetapi tidak dapat memesan pasokan baru melalui penerbit tersebut. Sumber: RTÉ.

Royalti Buku Berkaitan dengan Dukungan kepada Palestine Action

Rooney, yang dikenal melalui novel Normal People, Conversations with Friends, dan Beautiful World, Where Are You, sebelumnya menyatakan niat untuk menyalurkan pendapatan dari karya-karyanya kepada Palestine Action.

Kelompok tersebut dilarang di Inggris pada Juli 2025 berdasarkan undang-undang antiterorisme. Pemerintah Inggris menetapkan status tersebut setelah sejumlah aktivis kelompok itu melakukan aksi di pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Brize Norton pada Juni 2025.

Menurut Rooney, kondisi hukum yang berlaku membuat pelaksanaan kontrak penerbitan karyanya di Inggris berpotensi menimbulkan persoalan pidana. Ia pun menyetujui keputusan Faber untuk menghentikan pasokan bukunya di negara tersebut.

“Saya telah berupaya semaksimal mungkin untuk jujur kepada publik mengenai keyakinan dan niat saya, dan saya sepenuhnya siap menerima segala konsekuensinya,” kata Rooney dalam pernyataan yang dikutip sejumlah media.

Dalam pernyataan resminya, Faber menyebut bahwa menjual karya seorang penulis tanpa dapat meneruskan pendapatannya merupakan situasi yang tidak dapat diterima bagi penerbit. Penerbit itu menegaskan akan tetap menerbitkan dan menjual karya Rooney di wilayah lain di luar Inggris. Sumber: The Bookseller.

Paul Mescal dan Daisy Edgar-Jones Bela Sally Rooney

Keputusan penghentian pasokan buku Rooney memicu tanggapan dari kalangan penulis, aktor, dan tokoh budaya. Dua pemeran utama serial adaptasi Normal People, Paul Mescal dan Daisy Edgar-Jones, termasuk di antara figur publik yang menandatangani surat terbuka untuk mendukung sang penulis.

Surat terbuka yang diterbitkan New Statesman pada 21 Oktober itu dibuka dengan pernyataan, “Sally Rooney adalah seorang penulis, bukan teroris. Buku-bukunya harus tersedia untuk publik.”

Para penandatangan mengecam dampak aturan antiterorisme terhadap ketersediaan karya Rooney dan menyerukan perubahan terhadap undang-undang yang mereka nilai membatasi kebebasan berekspresi. Sejumlah tokoh budaya lainnya juga ikut menandatangani surat tersebut. Sumber: RTÉ.

Surat tersebut mencerminkan kekhawatiran sebagian kalangan terhadap dampak pelarangan Palestine Action terhadap ruang kebebasan berekspresi dan akses masyarakat terhadap karya sastra.

Status Hukum Palestine Action Masih Dipersoalkan

Penetapan Palestine Action sebagai organisasi terlarang di Inggris masih menghadapi proses hukum. Pada Februari 2026, Pengadilan Tinggi Inggris menyatakan keputusan pelarangan tersebut tidak sah. Namun, putusan itu kemudian dibatalkan oleh Pengadilan Banding pada Juni 2026.

Perkara tersebut selanjutnya dibawa ke Mahkamah Agung Inggris. Berdasarkan jadwal resmi pengadilan, sidang banding yang diajukan salah satu pendiri Palestine Action, Huda Ammori, dijadwalkan berlangsung pada 4–5 November 2026. Salah satu persoalan yang diperiksa adalah legalitas keputusan pemerintah untuk menetapkan kelompok tersebut sebagai organisasi terlarang. Sumber: Mahkamah Agung Inggris.

Selama proses hukum berlangsung, status pelarangan tersebut tetap berlaku. Aturan itu menjadi dasar persoalan hukum yang dihadapi pihak-pihak yang berniat memberikan dukungan kepada kelompok tersebut di Inggris.

Kasus Rooney pun menempatkan kebijakan antiterorisme, kebebasan berekspresi, dan distribusi karya sastra dalam satu perdebatan yang lebih luas. Sementara itu, karya-karyanya tetap diterbitkan dan dipasarkan di luar Inggris.

Karya Sally Rooney Memiliki Basis Pembaca Besar

Rooney merupakan salah satu novelis Irlandia kontemporer yang dikenal luas melalui karya-karya fiksinya. Novel Normal People telah terjual lebih dari satu juta eksemplar di Inggris, sedangkan Conversations with Friends dan Beautiful World, Where Are You masing-masing mencatat penjualan lebih dari 500 ribu eksemplar di negara tersebut.

Angka penjualan itu menunjukkan besarnya basis pembaca Rooney di pasar Inggris. Penghentian pasokan baru membuat ketersediaan bukunya di toko-toko bergantung pada stok yang masih tersisa, sementara penerbitannya di pasar internasional lainnya tetap berlangsung.

Perkembangan berikutnya, termasuk proses banding mengenai status Palestine Action di Mahkamah Agung Inggris, berpotensi memengaruhi konteks hukum yang melatarbelakangi keputusan penerbit tersebut.