Penulis : Redaksi

JAKARTA – Otoritas Arab Saudi menyatakan berhasil mencegat dua rudal balistik yang disebut diluncurkan kelompok Houthi menuju wilayah Mekkah dan Madinah pada Sabtu (24/10/2026). Serpihan rudal yang dicegat dilaporkan jatuh di sejumlah lokasi di wilayah barat Arab Saudi, termasuk Wadi Al-Mughammas di Mekkah.

Menurut keterangan Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi yang dilaporkan Saudi Press Agency (SPA), serpihan rudal juga ditemukan di kawasan Al-Nuzha di Jeddah, Wadi Jalil di Taif, serta Pusat Masturah di wilayah Rabigh. Petugas melakukan penanganan sesuai prosedur yang berlaku. Laporan resmi Saudi Press Agency.

Wadi Al-Mughammas berada sekitar 20 kilometer dari Masjidil Haram, berdasarkan laporan media Arab Saudi. Insiden tersebut memicu perhatian karena lokasi jatuhnya serpihan berada di kawasan yang berkaitan dengan dua kota suci umat Islam.

Namun, tuduhan bahwa rudal tersebut secara khusus menargetkan Mekkah dan Madinah dibantah oleh pihak Houthi. Kelompok tersebut menyatakan serangannya diarahkan ke fasilitas minyak, bandara, dan instalasi militer Arab Saudi. Perbedaan keterangan ini membuat sasaran sebenarnya perlu dipahami berdasarkan klaim masing-masing pihak.

Liga Dunia Muslim Kecam Insiden Rudal

Insiden tersebut mendapat kecaman dari Liga Dunia Muslim atau Muslim World League (MWL). Organisasi itu menyampaikan kecaman terhadap serangan yang menurut otoritas Saudi diarahkan ke wilayah Mekkah dan Madinah.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui Saudi Press Agency pada 25 Oktober 2026, Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesucian tempat-tempat suci Islam.

Liga Dunia Muslim juga menyatakan dukungan kepada Arab Saudi dalam mengambil langkah untuk melindungi tempat-tempat suci dan keselamatan warga sipil. Baca pernyataan Liga Dunia Muslim melalui SPA.

Selain itu, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) turut menjadi salah satu pihak yang disebut mengecam serangan di wilayah Mekkah, Madinah, Taif, dan Jeddah. Kecaman tersebut berkaitan dengan potensi bahaya terhadap masyarakat dan kawasan yang memiliki nilai penting bagi umat Islam.

Meski demikian, pernyataan kecaman dari sejumlah organisasi tersebut tidak dengan sendirinya memastikan adanya kesepakatan mengenai sasaran yang sebenarnya dituju rudal.

Houthi Klaim Menyerang Fasilitas Saudi

Di tengah laporan pencegatan rudal, juru bicara Houthi Yahya Saree menyampaikan pernyataan melalui media sosial X mengenai serangan kelompoknya terhadap sejumlah fasilitas di Arab Saudi.

Dalam pernyataannya, Saree menyebut bandara internasional, fasilitas minyak, dan instalasi militer sebagai sasaran operasi Houthi. Ia juga mengeluarkan peringatan kepada perusahaan penerbangan, karyawan, dan penumpang agar menghindari Bandara Internasional King Khalid di Riyadh serta wilayah udara Arab Saudi, dengan pengecualian wilayah udara Mekkah dan Madinah.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya perbedaan narasi antara pihak Saudi dan Houthi mengenai sasaran serangan. Otoritas Saudi menyatakan dua rudal balistik diarahkan ke wilayah Mekkah dan Madinah, sedangkan Houthi membantah menargetkan dua kota suci tersebut.

Dalam laporan Reuters pada 24 Oktober 2026, Houthi disebut mengklaim telah menyerang sejumlah fasilitas minyak dan bandara Saudi. Pada saat yang sama, otoritas Saudi melaporkan pencegatan rudal dan jatuhnya serpihan di beberapa lokasi.

Ketegangan Saudi dan Houthi Kembali Meningkat

Insiden tersebut terjadi ketika ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi kembali meningkat. Kedua pihak saling melontarkan tuduhan serangan di tengah memburuknya situasi keamanan kawasan.

Houthi juga menuduh Arab Saudi melakukan serangan di sejumlah wilayah Yaman, termasuk Sanaa. Kelompok itu menyebut serangan balasan mereka diarahkan terhadap fasilitas strategis Saudi. Klaim-klaim tersebut perlu diperlakukan sebagai pernyataan pihak yang terlibat sampai rincian dan dampaknya dapat dikonfirmasi secara independen.

Perkembangan ini menambah ketegangan di Timur Tengah, yang juga menghadapi konflik regional lebih luas. Situasi keamanan yang memburuk berpotensi berdampak terhadap penerbangan, infrastruktur energi, dan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.

Hingga informasi yang tersedia, klaim mengenai sasaran rudal ke wilayah Mekkah dan Madinah masih diperselisihkan. Karena itu, perkembangan selanjutnya dan keterangan dari pihak-pihak terkait menjadi penting untuk memperjelas kronologi serta sasaran serangan.