Jakarta — Winter, personel aespa, mengungkapkan dirinya sempat tiga kali gagal mengikuti audisi SM Entertainment sebelum akhirnya diterima dan menjalani masa pelatihan di agensi tersebut.
Pengakuan itu disampaikan Winter saat menjadi bintang tamu bersama Karina dalam acara memasak JTBC Please Take Care of My Refrigerator yang tayang pada 5 Juli.
Cerita tersebut bermula ketika pembawa acara Kim Sung-joo menyebut Winter dan Karina kerap dianggap penggemar memiliki “wajah khas SM”, yakni citra visual yang identik dengan artis-artis di bawah naungan SM Entertainment.
Karina kemudian mengatakan bahwa Winter merupakan sosok yang paling mencerminkan citra visual tersebut. Namun, Winter justru memiliki pendapat berbeda dan menilai Karina lebih pantas menyandang julukan itu.
“Menurutku justru Karina. Aku gagal audisi SM sampai tiga kali. Aku terus mencoba sampai akhirnya diterima, sementara SM lebih dulu mengirim pesan langsung kepada Karina,” kata Winter seperti diberitakan The Korea Times pada Senin (6/7).
Winter kemudian membandingkan perjalanan dirinya dengan Karina saat bergabung ke SM Entertainment dengan nada bercanda.
“SM yang memilih Karina, tapi aku yang memilih SM,” kata Winter sambil tertawa.
Karina Sebut Winter Punya Visual Khas SM
Sebelumnya, Karina mengatakan Winter merupakan contoh paling sempurna dari visual yang selama ini identik dengan artis SM Entertainment.
“Menurutku Winter adalah contoh paling sempurna dari gaya visual SM. Dia memiliki kulit cerah seperti senior-senior kami, seperti Seo Hyun-jin dan Taeyeon,” ujar Karina.
Meski sempat tiga kali gagal mengikuti audisi, Winter akhirnya diterima sebagai trainee SM Entertainment sekitar 2017.
Baca Juga: Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)
Sementara itu, Karina lebih dahulu bergabung pada 2016 setelah direkrut melalui direct message (DM) Instagram.
Debut Bersama aespa
Winter dan Karina kemudian debut sebagai anggota aespa bersama Giselle dan Ningning pada 17 November 2020 melalui lagu Black Mamba. Dalam grup tersebut, Karina dipercaya menjadi leader.
Saat debut, Black Mamba mencatat jumlah penayangan tertinggi dalam 24 jam untuk video debut grup K-pop.
Kesuksesan aespa berlanjut pada Juli 2022 ketika mereka merilis Extended Play (EP) Girls, yang berhasil memecahkan rekor sebagai album terlaris grup K-pop wanita dalam sejarah sekaligus menjadi album pertama yang terjual lebih dari satu juta kopi pada minggu pertama perilisannya.