Penulis : Redaksi

Jakarta — Trailer perdana film live-action Moana memicu beragam reaksi dari penggemar. Salah satu sorotan utama datang dari tampilan visual Dwayne Johnson saat memerankan karakter dewa Maui.

Kritik paling banyak diarahkan pada penggunaan wig keriting tebal yang dikenakan Johnson. Sejumlah pengguna media sosial menilai penampilan tersebut terasa janggal dan sulit diterima, mengingat citra Johnson yang selama ini identik dengan kepala botak.

Musisi Weird Al Yankovic turut menanggapi dengan nada bercanda. Ia membandingkan gaya rambut Maui dengan rambut ikonis miliknya.

“Dwayne Johnson dengan rambut terasa tidak cocok… saya tidak bisa melupakan ini,” ujar salah satu netizen, seperti diberitakan Variety pada Kamis (26/3).

“Weird Al” juga menyindir situasi tersebut melalui unggahan media sosialnya.
“Kami sudah memberi tahu semua agen casting bahwa sekuel biopik Weird Al sedang ditunda, tapi mereka tetap mengirim foto,” tulisnya sambil mengunggah foto close-up Johnson.

Menanggapi kritik tersebut, Dwayne Johnson menjelaskan bahwa proses transformasi menjadi Maui membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam setiap hari di kursi rias. Ia menegaskan, penggunaan wig fisik dipilih untuk menjaga keaslian karakter dari versi animasi.

“Maui sangat bangga dengan rambutnya. Kami sempat mempertimbangkan efek digital (CGI) demi efisiensi waktu dan biaya, tetapi akhirnya memutuskan bahwa wig fisik adalah yang terbaik untuk pengalaman penonton,” ujarnya melalui Entertainment Weekly.

Selain soal rambut, sebagian penonton juga menyoroti palet warna film yang dianggap kurang hidup dan tidak merepresentasikan suasana Polinesia secara maksimal.

Menanggapi hal tersebut, sumber internal menyebutkan bahwa proses color grading dan efek visual film memang belum sepenuhnya rampung.

Meski demikian, Disney menegaskan tidak ada rencana untuk mengubah desain karakter, seperti yang pernah terjadi pada film Sonic the Hedgehog.

Baca Juga: Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)

Di tengah kritik yang muncul, trailer film ini tetap mencatatkan pencapaian tinggi dengan 132 juta penayangan dalam 24 jam pertama. Angka tersebut melampaui capaian trailer Moana 2 dan Barbie.

Data internal menunjukkan bahwa komentar negatif terkait rambut Maui hanya mencakup kurang dari 5 persen dari total respons.

Meski dibanjiri kritik terkait penggunaan wig dan estetika visual, pihak produksi dilaporkan tidak akan melakukan perubahan kreatif pada hasil akhir film. Sementara itu, Disney juga belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik tersebut.

Film live-action Moana dijadwalkan tayang di bioskop pada 10 Juli 2026.