Penulis : Redaksi

JAKARTA – Nama IMP. semakin dikenal di kalangan penggemar J-Pop. Grup beranggotakan tujuh personel ini terus menunjukkan perkembangan pesat sejak debutnya dan berhasil menarik perhatian ratusan ribu penggemar melalui tur konser perdana mereka di Jepang.

Dengan karakter musik yang kuat mengusung unsur hip-hop, electro, hingga trap, IMP. terus berevolusi dari waktu ke waktu. Popularitas mereka yang terus meningkat juga dinilai membuka peluang untuk menjangkau pasar musik internasional.

Berawal dari IMPACTors

IMP. terdiri dari tujuh anggota, yakni Arata Sato, Shunsuke Moto, Taiga Suzuki, Takuya Kageyama, Minato Matsui, Yuki Yokohara, dan Taiga Tsubaki.

Baca Juga: Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)

Sebelum menggunakan nama IMP., ketujuh personel tersebut tergabung dalam grup IMPACTors yang dibentuk oleh Johnnys & Associates pada Oktober 2020. Nama IMPACTors menggambarkan sekelompok individu yang ingin memberikan dampak bagi dunia melalui karya mereka.

Pada Mei 2023, mereka memutuskan meninggalkan agensi tersebut. Dua bulan kemudian, tepatnya pada Juli 2023, grup ini bergabung dengan agensi TOBE yang didirikan oleh Hideaki Takizawa dan resmi berganti nama menjadi IMP.

Debut Lewat CRUISIN’

IMP. memulai debut resminya pada Agustus 2023 melalui single berjudul CRUISIN’. Lagu bernuansa hip-hop yang energik dan ceria tersebut mendapat sambutan positif dari pecinta J-Pop.

Video musik CRUISIN’ yang dirilis pada 18 Agustus 2023 juga mencatat pencapaian impresif dengan meraih sekitar dua juta penayangan pada hari pertama perilisan.

Tak hanya itu, single debut tersebut berhasil menduduki posisi pertama dalam Oricon Weekly Digital Single Ranking dan Billboard Japan Download Songs.

Konsisten Merilis Karya

Setelah sukses dengan lagu debutnya, IMP. melanjutkan momentum dengan merilis single kedua bertajuk IMP. pada September 2023.

Sebulan kemudian, mereka kembali merilis SWITCHing yang menghadirkan warna musik industrial, electro gelap, dan trap yang semakin memperkuat identitas musikal grup tersebut.

Pada Mei 2024, IMP. merilis album perdana bertajuk DEPARTURE. Album ini hadir setelah mereka lebih dulu merilis sejumlah single seperti I Got It pada Desember 2023 dan FLOW pada Maret 2024.

Sejak debut, IMP. juga aktif tampil di berbagai ajang musik di Jepang maupun Asia. Beberapa di antaranya adalah MIXEDPOP Bangkok 2024 pada Juli 2024 serta X Games Chiba pada September 2024.

Album Kedua dan Tur Perdana

Pada Maret 2025, IMP. diumumkan menjadi pemeran utama dalam pertunjukan teater berjudul Impact yang diproduksi oleh Hideaki Takizawa. Pertunjukan tersebut berlangsung di tiga kota di Jepang dari Mei hingga Juni 2025.

Menjelang akhir tahun, tepatnya Desember 2025, IMP. merilis album kedua bertajuk MAGenter. Album tersebut mendapat sambutan hangat dari para penggemar yang dikenal dengan sebutan PINKY. dan berhasil meraih triple crown di Oricon Weekly Music Rankings.

MAGenter memuat sejumlah lagu yang sebelumnya telah dirilis, termasuk BAM-BOO, Cheek to Cheek, dan KISS yang menjadi lagu pembuka album tersebut.

Secara musikal, album ini masih mempertahankan nuansa industrial, electro, dan trap yang sebelumnya diperkenalkan melalui SWITCHing.

INVADER dan Langkah ke Masa Depan

Memasuki 2026, IMP. sukses menggelar tur nasional perdana bertajuk MAGen7er IMP. LIVE TOUR. Tur yang berlangsung dalam 19 konser di enam venue berbeda itu berhasil menarik sekitar 200 ribu penonton.

Setelah menyelesaikan rangkaian tur tersebut, IMP. kembali merilis single terbaru berjudul INVADER pada April 2026. Lagu tersebut masih mempertahankan karakter musik khas mereka, namun hadir dengan nuansa yang lebih gelap melalui sentuhan punk dan rock distopia.

Selain aktif berkarya di industri musik, IMP. juga rutin membagikan berbagai aktivitas, proses latihan, hingga keseharian mereka melalui konten video di media sosial.

Konsistensi dalam berkarya dan eksplorasi musikal yang terus berkembang menjadikan IMP. sebagai salah satu grup J-Pop generasi baru yang patut diperhitungkan di industri musik Jepang.