Penulis : Redaksi

JAKARTA — Film The Intern versi Korea Selatan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 30 Oktober 2026. Dibintangi Choi Min-sik dan Han So-hee, film ini merupakan adaptasi dari film Hollywood berjudul sama yang dirilis pada 2015.

Versi Korea tetap mengangkat hubungan lintas generasi di lingkungan kerja, dengan latar perusahaan rintisan di industri fesyen. Ceritanya mempertemukan pekerja senior yang memiliki pengalaman panjang dengan pemimpin muda yang menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan bisnis.

Selain menghadirkan dua aktor ternama Korea Selatan, film ini juga disutradarai Kim Do-young, yang sebelumnya menggarap sejumlah film populer. Ada beberapa alasan yang membuat The Intern versi Korea menarik untuk dinantikan pada akhir Oktober 2026.

1. Adu Peran Choi Min-sik dan Han So-hee

Where to Watch Exhuma (2024) Full Movie Free Online - Plex
Han So-hee - Age, Height, Net Worth, Photos, Videos, Latest News, Birthday, Hometown etc.

Salah satu daya tarik utama The Intern versi Korea adalah pertemuan Choi Min-sik dan Han So-hee sebagai pemeran utama. Keduanya memerankan karakter dengan latar belakang dan cara pandang berbeda terhadap kehidupan maupun pekerjaan.

Choi Min-sik berperan sebagai Kim Gi-ho, pria yang kembali memasuki dunia kerja sebagai pekerja magang setelah memiliki pengalaman profesional selama 37 tahun. Sementara itu, Han So-hee memerankan Lee Seon-u, CEO muda yang memimpin perusahaan rintisan fesyen bernama WOO22.

Pertemuan dua karakter tersebut menghadirkan dinamika antara pekerja senior yang mengandalkan pengalaman dan pemimpin muda yang terbiasa dengan ritme kerja cepat. Perbedaan generasi ini menjadi salah satu unsur utama yang membangun cerita.

2. Mengangkat Persoalan yang Dekat dengan Kehidupan Pekerja

‘인턴’ 최민식·한소희, 원작 감독도 기대 | bnt뉴스
[Box Office] Choi Min-sik and Han So-hee's 'The Intern' pulls off upset over Nolan's 'The Odyssey,' tops 275,000 in opening week
Silver Intern Meets Young CEO in Korean Remake of

The Intern mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan profesional, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru hingga menghadapi perbedaan kebiasaan di tempat kerja.

Kim Gi-ho dikisahkan harus menyesuaikan diri dengan budaya kantor yang didominasi pekerja lebih muda. Meskipun memiliki pengalaman bertahun-tahun, ia tetap perlu mempelajari teknologi dan cara berkomunikasi yang digunakan rekan-rekan kerjanya.

Di sisi lain, Lee Seon-u menghadapi tekanan dalam mengembangkan perusahaan yang dipimpinnya. Kesibukan membangun bisnis membuatnya harus membagi perhatian antara tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Konflik tersebut membuat film ini berpotensi menarik bagi penonton yang pernah menghadapi tantangan serupa, baik ketika memulai karier, bekerja bersama rekan lintas generasi, maupun memimpin sebuah tim.

3. Meraih Posisi Teratas Box Office Korea

‘인턴’ 최민식·한소희, 원작 감독도 기대 | bnt뉴스

The Intern versi Korea mencatatkan hasil positif pada awal penayangannya di Korea Selatan. Film tersebut dilaporkan menempati posisi pertama box office pada akhir pekan pembukaannya, menggeser The Odyssey karya Christopher Nolan yang sebelumnya bertahan di puncak.

Berdasarkan data Dewan Perfilman Korea (KOFIC) yang dilaporkan Yonhap pada 21 September 2026, film tersebut meraih 275.186 penonton selama periode 18–20 September. Jumlah penonton kumulatifnya mencapai sekitar 403.906 orang sejak dirilis pada 16 September.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu indikator awal penerimaan film di pasar domestiknya. Bagi penonton Indonesia, catatan box office ini dapat menjadi alasan tambahan untuk mengenal adaptasi Korea tersebut ketika mulai tayang di bioskop.

4. Mengadaptasi Film Populer Hollywood

Entretenimiento Casual: Crítica de Pasante de Moda (The Intern)
'The Intern' Stars Robert De Niro As The Most Adorable Human Being Ever & Here's Proof
Film Review: "The Intern" a generation-chasm comedy

Film Korea ini diadaptasi dari The Intern (2015) karya sutradara Nancy Meyers yang dibintangi Robert De Niro dan Anne Hathaway.

Versi Hollywood tersebut mengisahkan seorang pensiunan yang kembali bekerja sebagai pekerja magang di perusahaan rintisan fesyen milik perempuan muda. Film dengan anggaran produksi sekitar US$34 juta itu meraih pendapatan box office global sekitar US$194,6 juta.

Adaptasi Korea mempertahankan gagasan utama tentang hubungan antara pekerja senior dan pemimpin muda, tetapi menghadirkannya melalui karakter serta lingkungan kerja yang disesuaikan dengan konteks Korea Selatan.

Bagi penonton yang sudah mengenal versi Hollywood, film terbaru ini menawarkan kesempatan untuk melihat bagaimana cerita yang sama diterjemahkan ke dalam latar budaya dan dinamika profesional yang berbeda.

5. Disutradarai Kim Do-young

女性电影《82年生的金智英》是否有一天能够成为“传说中的故事”? 文化·韩流 : 韩民族日报
5 Rekomendasi Film Korea Tentang Perempuan Kuat
Sinopsis dan Review Once We Were Us

The Intern versi Korea disutradarai Kim Do-young, yang sebelumnya menggarap film Kim Ji-young, Born 1982 (2019) dan Once We Were Us (2025).

Kedua film tersebut mencatatkan jumlah penonton yang cukup besar di Korea Selatan. Kim Ji-young, Born 1982 meraih sekitar 3,67 juta penonton, sedangkan Once We Were Us mengumpulkan sekitar 2,6 juta penonton di bioskop Korea Selatan.

Once We Were Us sendiri merupakan remake dari film China Us and Them (2018).

Rekam jejak tersebut menjadi salah satu alasan untuk menantikan pendekatan Kim Do-young dalam mengadaptasi cerita The Intern. Ia juga terlibat dalam penulisan skenario bersama Wang Hye-ji.

Dengan kombinasi pemeran utama, persoalan dunia kerja, dan cerita yang telah dikenal melalui versi Hollywood, The Intern versi Korea menjadi salah satu film yang patut dicermati menjelang penayangannya di bioskop Indonesia pada akhir Oktober 2026.