Penulis : Redaksi

Jakarta — Jenna Ortega mengaku hampir berhenti dari dunia akting. Keputusan untuk pensiun dini itu sempat muncul karena ia merasa kehilangan arah dalam perjalanan kariernya.

Pengakuan tersebut disampaikan Ortega saat tampil dalam podcast Big Bro milik Kid Cudi. Ia mengungkap pernah berada di titik jenuh hingga mempertimbangkan meninggalkan industri hiburan.

“Aku tidak tahu lagi apa yang akan kulakukan,” kata Jenna Ortega, seperti dikutip dari Variety pada Rabu (8/4).

“Saat remaja, aku baru saja menyelesaikan proyek acara anak-anak dan aku tidak tahu harus melakukan apa. Aku harus membuktikan diriku dan bertemu banyak casting director baru yang tidak mengenalku,” lanjutnya.

Ortega yang memulai karier melalui serial anak-anak seperti Richie Rich dan Stuck in the Middle mengaku kesulitan saat bertransisi ke peran yang lebih dewasa.

Kondisi tersebut bahkan membuatnya sempat berdiskusi dengan tim manajemen terkait kemungkinan mundur dari dunia akting.

“Rasanya seperti waktu yang tepat untuk berhenti. Aku saat itu baru mulai SMA, dan berpikir, ‘ya sudah, ini perjalanan yang bagus’. Kami bahkan sudah membicarakannya selama beberapa bulan dengan timku,” ujarnya.

Namun, keputusan untuk bertahan muncul ketika ia mendapatkan peran Ellie Alves dalam serial You (2019). Dalam serial tersebut, ia beradu peran dengan Penn Badgley yang memerankan karakter Joe Goldberg.

Pengalaman di lokasi syuting menjadi titik balik yang menghidupkan kembali semangatnya dalam berakting.

“Ketika berada di lokasi syuting, aku sangat menyukainya dan benar-benar menikmati semuanya. Saat itu aku berpikir, ‘tidak mungkin aku melepaskan ini’,” ungkapnya.

Keputusan tersebut terbukti membawa hasil positif. Setelah tampil di You, karier Ortega melesat melalui sejumlah proyek film seperti X (2022), Scream VI (2023), Beetlejuice Beetlejuice (2024), serta Death of a Unicorn.

Ia juga dikenal luas sebagai pemeran utama dalam serial Wednesday sejak 2022 hingga saat ini.

Baca Juga: Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)

Perannya sebagai Wednesday Addams tak hanya melambungkan namanya secara global, tetapi juga membawanya meraih berbagai apresiasi, termasuk nominasi di ajang Golden Globe Awards, Primetime Emmy Awards, dan Screen Actors Guild Awards.