Jakarta – Produsen otomotif global Stellantis menghadapi gangguan produksi sejumlah model mobil Fiat di Italia akibat kelangkaan komponen chip elektronik pada unit kontrol mesin (engine control unit). Gangguan manufaktur tersebut diperkirakan masih berlangsung sepanjang November hingga Desember 2026.
Dikutip dari Reuters, Rabu (4/11), Stellantis menjelaskan bahwa tersendatnya pasokan chip dari vendor pemasok telah menekan angka penjualan pada Oktober. Dampak tersebut terutama dirasakan pada Fiat Pandina, salah satu model city car terlaris dari merek Fiat.
“Stellantis dan Fiat sedang bekerja dengan prioritas tertinggi untuk mengidentifikasi solusi alternatif dan memulihkan operasi normal secara bertahap,” tulis pernyataan resmi grup perusahaan.
Keterbatasan pasokan komponen elektronik tersebut berpotensi menyebabkan penghentian sementara aktivitas perakitan di sejumlah fasilitas manufaktur utama Stellantis di Italia.
Dua fasilitas yang terdampak risiko gangguan produksi adalah Pabrik Pomigliano, yang memproduksi Fiat Pandina, serta Pabrik Mirafiori, tempat perakitan Fiat 500 dilakukan.
Dampak kelangkaan komponen juga disinyalir menjalar ke pabrik komponen mesin Stellantis di Termoli. Fasilitas tersebut menjadi lokasi perakitan mesin N3 GSE yang digunakan pada model Fiat Pandina dan Fiat 500.
Sebelumnya, Pabrik Mirafiori telah menghentikan operasional selama tiga pekan sejak pertengahan Oktober akibat kelangkaan komponen lainnya.
Selain persoalan pasokan, serikat pekerja setempat menilai lemahnya permintaan pasar terhadap Fiat 500 turut menjadi salah satu faktor yang mendorong terhentinya aktivitas produksi di fasilitas tersebut.
Gangguan pasokan chip ini menambah tantangan bagi operasional manufaktur Stellantis di Italia. Perusahaan kini berupaya mencari alternatif pasokan agar kegiatan produksi dapat kembali berjalan secara bertahap.
