Jakarta — The Long Watch merupakan drama spionase terbaru China yang dibintangi sejumlah aktor ternama, di antaranya Peng Yuchang, Zhou Yiran, Ou Hao, dan Wang Kai.
Drama China ini mengangkat perseteruan di dunia intelijen dan keamanan nasional yang berlangsung hingga dua dekade. Ceritanya berpusat pada hubungan dan perbenturan takdir empat karakter utama, yakni Chun Xiao (Peng Yuchang), Jin Lan (Zhou Yiran), Lin Kanshan (Ou Hao), dan Ma Qi (Wang Kai).
Keempat karakter tersebut memiliki kehidupan yang saling terikat di balik operasi rahasia, di tengah perubahan sosial serta ancaman terhadap negara.
Sinopsis The Long Watch
Sebagai agen muda di Badan Keamanan Nasional, Chun Xiao dan Jin Lan harus menghadapi ancaman spionase tingkat tinggi yang didalangi Lin Kanshan.
Lin Kanshan merupakan seorang penyusup berbahaya dengan kode nama North Wind.
Perjuangan adu taktik dan intrik di antara mereka kemudian berkembang menjadi perang dingin berkepanjangan yang berlangsung selama 21 tahun.
Dalam penanganan berbagai kasus besar yang mengancam stabilitas negara, Chun Xiao dan Jin Lan yang awalnya masih pemula perlahan berkembang menjadi petarung garis depan yang matang dan tangguh.
Berbeda dengan keduanya, perjalanan Lin Kanshan dan Ma Qi justru semakin melenceng hingga membawa mereka ke dalam pusaran intrik politik yang kelam.
Kisah The Long Watch kemudian menyoroti pengorbanan masa muda hingga tumpah darah para penegak hukum demi menjaga kerahasiaan, keutuhan, dan kedamaian tanah air dari ancaman pihak luar maupun dalam.
Daftar Pemeran The Long Watch
Drama The Long Watch dibintangi sejumlah aktor dan aktris ternama China. Berikut beberapa pemeran utama yang terlibat:
- Peng Yuchang sebagai Chun Xiao
- Zhou Yiran sebagai Jin Lan
- Ou Hao sebagai Lin Kanshan
- Wang Kai sebagai Ma Qi
Peng Yuchang dikenal melalui I Am Nobody, sementara Zhou Yiran membintangi Regeneration. Ou Hao dikenal lewat Northward dan Wang Kai sebelumnya tampil dalam Flight to You.
Jumlah Episode dan Platform Tayang
The Long Watch disutradarai Yao Xiaofeng, yang sebelumnya menggarap War of Faith, dengan naskah ditulis Wang Xiaoqiang, penulis Watch Your Back.
Baca Juga: Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)
Drama China ini memiliki total 40 episode dan tayang melalui WeTV.