Penulis : Redaksi

JAKARTA – Rapper Travis Scott kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan terlibat dalam keributan di sebuah klub malam eksklusif di New York City, Amerika Serikat.

Insiden tersebut diduga terjadi di Zero Bond, klub pribadi di kawasan NoHo, pada Sabtu (18/7) malam, saat Scott menghadiri penampilan rapper 50 Cent.

Menurut laporan Page Six, keributan bermula ketika Scott menduga seorang tamu sedang merekam dirinya.

Ia kemudian menghampiri tamu tersebut dan situasi dengan cepat berubah menjadi ricuh.

Botol Berterbangan di Dalam Klub

Sumber yang dikutip Page Six menyebut sejumlah botol sempat berterbangan di dalam klub.

Namun, belum dapat dipastikan siapa yang pertama kali melempar botol, apakah Travis Scott atau orang lain yang berada dalam rombongannya.

“Semuanya terjadi sangat cepat. Dimulai dengan cepat dan berakhir dengan sangat cepat,” kata seorang sumber.

Petugas keamanan klub segera mengendalikan situasi sehingga keributan tidak berlangsung lama.

Laporan tersebut juga menyebut polisi maupun paramedis tidak sampai turun tangan dalam insiden itu.

Acara malam tersebut diketahui merupakan kegiatan yang digelar oleh jaringan restoran Raising Cane’s, sementara Zero Bond hanya menjadi lokasi penyelenggaraan.

Hingga berita ini ditulis, pihak Zero Bond, Travis Scott, maupun Raising Cane’s belum memberikan tanggapan resmi.

Video Tunjukkan Travis Scott Keluar dari Klub

Sementara itu, TMZ merilis video yang memperlihatkan Travis Scott bersama pemain New York Knicks, Jordan Clarkson, keluar dari klub usai insiden.

Menurut laporan Yahoo Entertainment, rekaman tersebut memperlihatkan Clarkson bergerak menuju area panggung sebelum beberapa orang berusaha menahannya.

Keributan itu bahkan membuat 50 Cent sempat menghentikan penampilannya saat membawakan lagu In Da Club untuk melihat situasi yang terjadi.

Baca Juga: Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)

Hingga kini belum ada rekaman yang memperlihatkan secara jelas awal mula pertengkaran maupun pihak yang pertama kali melempar botol.

Scott akhirnya meninggalkan lokasi setelah dikawal petugas keamanan.

Jordan Clarkson Disebut Berusaha Meredakan Situasi

Laporan TMZ juga menyebut Jordan Clarkson awalnya berusaha meredakan konfrontasi yang terjadi.

Foto-foto yang beredar kemudian memperlihatkan pemain NBA tersebut dikawal petugas berseragam saat meninggalkan lokasi.

Belum ada laporan mengenai korban luka maupun penangkapan terkait insiden tersebut.