Jakarta — Archives: The Nanyang Mystery menjadi drama China terbaru yang mengusung genre misteri, aksi, dan petualangan dengan latar era Republik China. Serial ini dibintangi Zhang Xincheng dan Ding Yuxi sebagai pemeran utama.
Drama ini mengisahkan perjalanan para penyelidik dari klan legendaris yang terjebak dalam konspirasi mematikan saat berusaha mengungkap misteri pembunuhan di lautan.
Kisah bermula pada awal era Republik China ketika sebuah kasus pembunuhan aneh dan mengerikan yang dikenal sebagai “Water Ghost Longing for Home” mengguncang wilayah laut Nanyang.
Menanggapi kasus tersebut, keluarga Zhang mengutus dua staf dari Southern Archives, yakni Zhang Haiyan yang diperankan Zhang Xincheng dan Zhang Haixia yang diperankan Ding Yuxi, untuk melakukan penyelidikan.
Alih-alih menemukan jawaban, penyelidikan tersebut justru membawa keduanya masuk ke dalam jebakan konspirasi mematikan yang sengaja dirancang untuk memburu anggota keluarga Zhang di luar negeri.
Demi membuka jalan keluar sekaligus memberi kesempatan bertahan hidup, Zhang Haixia memutuskan mengorbankan nyawanya dalam sebuah rencana besar.
Pengorbanan itu membuat Zhang Haiyan berhasil meloloskan diri dan menaiki kapal raksasa bernama Nan’an untuk berlayar kembali menuju Xiamen.
Namun, perjalanan tersebut menjadi awal dari berbagai ancaman baru. Di atas kapal, Zhang Haiyan harus menghadapi panglima perang yang menguasai sesuatu bernama “Rumput Senja” (Twilight Grass), seorang akuntan muda yang naif tetapi gigih, hingga bertemu kembali dengan sahabat yang telah berpisah selama 10 tahun.
Serangkaian peristiwa itu harus dihadapi Zhang Haiyan seorang diri. Garis takdir yang sesungguhnya baru mulai terungkap ketika ia akhirnya tiba di Xiamen.
Drama Archives: The Nanyang Mystery tayang melalui platform streaming iQIYI.
Baca Juga: Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)