JAKARTA – The Eternal Fragrance menjadi drama China (dracin) bergenre costume terbaru yang dibintangi Song Weilong setelah Youthful Glory (2025). Dalam serial ini, Song Weilong dipasangkan dengan Ju Jingyi yang sebelumnya dikenal lewat Veil of Shadows dan In Blossom.
Drama ini mengangkat kisah dua sosok yang dipertemukan oleh takdir. Hubungan mereka berkembang menjadi cinta di tengah perjalanan mengungkap rahasia identitas masing-masing dan menghadapi konflik yang mengancam tiga alam.
Kisah The Eternal Fragrance bermula ketika sebuah meteorit laut jatuh ke bumi dan membawa pohon mitis bernama Jianmu. Pohon legendaris tersebut menghasilkan buah ajaib yang mampu memberikan kekuatan luar biasa kepada siapa pun yang memakannya.
Keberadaan buah itu memicu perang besar yang berlangsung selama bertahun-tahun. Kaum abadi, iblis, dan berbagai makhluk lain saling bertarung demi menguasai kekuatan tersebut.
Satu abad setelah perang itu berakhir, cerita beralih kepada Xiao Bangchui yang diperankan Ju Jingyi. Ia merupakan anak yatim piatu asal Qingqiu yang memilih bergabung dengan Akademi Chufeng untuk mencari tempat berlindung sekaligus memperkuat kemampuannya.
Di akademi tersebut, Xiao Bangchui bertemu Lei Xiuyuan yang diperankan Song Weilong. Lei Xiuyuan dikenal sebagai pemuda yang teguh dan memikul tanggung jawab besar untuk menyembuhkan kakak laki-lakinya yang tengah sakit keras.
Pertemuan mereka berkembang dari persahabatan menjadi hubungan yang lebih dekat. Berbagai ujian yang mereka lalui bersama membuat benih cinta tumbuh di antara keduanya.
Perjalanan hidup Xiao Bangchui berubah ketika ia bertransformasi menjadi Jiang Lifei, sosok misterius yang memiliki kekuatan supranatural luar biasa. Perubahan itu sekaligus membuka teka-teki mengenai asal-usul dirinya.
Kekuatan baru yang dimilikinya menarik perhatian berbagai faksi yang ingin menguasai kekuatan tersebut. Xiao Bangchui pun harus menghadapi takdir yang penuh bahaya.
Di tengah ancaman dari berbagai pihak, Lei Xiuyuan tetap berada di sisinya. Ia mempertaruhkan segalanya untuk melindungi perempuan yang dicintainya sambil bersama-sama mengungkap rahasia garis keturunan mereka.
Baca Juga: Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)
Meski menghadapi penolakan dari lingkungan sekitar dan takdir yang rumit, keduanya tetap memilih berjuang bersama.
Pada puncak cerita, Xiao Bangchui dihadapkan pada keputusan besar yang mengharuskannya mengorbankan banyak hal demi memulihkan kedamaian dan keseimbangan tiga alam. Lei Xiuyuan tetap menjadi sekutu setianya dalam menghadapi pertarungan terakhir melawan takdir.
The Eternal Fragrance terdiri dari 33 episode dan tayang melalui platform Youku.