Penulis : Redaksi

Jakarta – Persaingan bisnis iklan digital antara Google dan Meta semakin menarik di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI). Pada kuartal III 2026, pendapatan Meta mencatat pertumbuhan 26 persen, lebih cepat dibandingkan pertumbuhan bisnis Google Search yang mencapai 12 persen.

Selama dua dekade terakhir, Google dan Meta menjadi dua raksasa teknologi yang mendominasi internet melalui bisnis periklanan. Namun, perubahan kebiasaan konsumen dalam mengakses informasi seiring berkembangnya teknologi AI mulai memengaruhi persaingan kedua perusahaan tersebut.

Pertumbuhan bisnis iklan Meta sejalan dengan strategi perusahaan dalam mengembangkan teknologi AI. CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya menyampaikan bahwa investasi AI perusahaan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam menargetkan calon konsumen bagi merek yang beriklan di Facebook dan Instagram.

Di sisi lain, kemunculan chatbot AI sebagai alternatif mesin pencari menjadi tantangan tersendiri bagi Google. Konsumen kini dapat memperoleh informasi melalui chatbot tanpa harus mengunjungi berbagai tautan situs web. Kondisi ini berpotensi mengurangi jumlah kunjungan ke situs yang selama ini menjadi salah satu sumber penayangan iklan digital.

Selain itu, pengguna juga menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial dibandingkan menggunakan browser untuk mencari informasi. Situasi tersebut memberikan peluang bagi platform Meta, seperti Facebook dan Instagram, untuk menjangkau pengguna melalui iklan.

Analis AI dari Emarketer, Nate Elliott, menilai perkembangan AI dapat mengubah kebiasaan masyarakat dalam menemukan informasi di internet.

“Ini seperti pedang bermata dua. Seiring AI merevolusi penemuan internet (discovery), orang mungkin menemukan alat yang lebih mereka sukai daripada Google,” kata Elliott, dikutip dari CNBC, Minggu (1/11).

Ia juga memperingatkan bahwa perubahan kebiasaan pencarian informasi dapat memberikan dampak besar terhadap bisnis iklan Google.

“Jika ChatGPT, Claude, atau Muse lebih baik dalam membantu mereka menemukan apa yang mereka cari, kebiasaan pencarian orang mungkin berubah untuk pertama kalinya dalam satu generasi. Itu berpotensi menjadi bencana bagi bisnis iklan Google,” tambah Elliott.

Dari sisi pendapatan, Meta mencatatkan kenaikan sebesar 26 persen menjadi US$63,1 miliar atau sekitar Rp1.146 triliun pada kuartal III 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni US$50,1 miliar.

Sementara itu, pendapatan Google Search tumbuh 12 persen menjadi US$63,4 miliar atau sekitar Rp1.151 triliun.

Selisih pertumbuhan sebesar 14 poin persentase tersebut disebut menjadi yang terbesar bagi Meta dan Google sejak 2021. Meski pertumbuhan Meta lebih tinggi, pendapatan kedua unit bisnis tersebut masih relatif berdekatan. Google juga memperoleh tambahan pendapatan sekitar US$11 miliar atau Rp200 triliun dari YouTube.

Dalam menghadapi perubahan lanskap periklanan digital, kedua perusahaan sama-sama mengembangkan teknologi AI untuk memperkuat bisnis mereka.

Meta mengembangkan Meta AI yang dapat diintegrasikan dengan sistem Ads Manager. Sementara itu, Google telah menerapkan model Gemini ke dalam berbagai bagian infrastruktur periklanannya.

Kedua perusahaan juga menunjukkan optimisme terhadap potensi AI dengan mengalokasikan investasi besar untuk mengembangkan model dan layanan baru.

Google memproyeksikan pengeluaran modal atau capital expenditure hingga US$205 miliar atau sekitar Rp3.724 triliun pada 2026. Sementara itu, Meta memperkirakan pengeluaran modalnya dapat mencapai US$145 miliar atau sekitar Rp2.634 triliun.

Meski demikian, Google memiliki keunggulan dalam hal diversifikasi sumber pendapatan. Bisnis iklan menyumbang kurang dari dua pertiga total pendapatan perusahaan tersebut. Sebaliknya, Meta masih sangat bergantung pada sektor periklanan yang mencakup sekitar 98 persen dari total pendapatannya.

Perbedaan struktur bisnis ini membuat perubahan dalam industri periklanan digital berpotensi memberikan dampak yang berbeda bagi kedua perusahaan. Di tengah perkembangan AI, persaingan Google dan Meta tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga kemampuan mempertahankan perhatian pengguna dan menarik belanja pengiklan.