Penulis : Redaksi

JAKARTA – Crystal Hefner, janda pendiri majalah Playboy Hugh Hefner, mengungkapkan pengalaman seksual yang menurutnya tidak nyaman selama menjalani hubungan dengan mendiang suaminya. Dalam sebuah siniar, Crystal menceritakan dugaan pemaksaan aktivitas seksual dan pengalaman yang dinilainya tidak dapat dibenarkan.

Dalam siniar Lisa Guerrero Unleashed, Crystal mengatakan dirinya merasa harus memenuhi keinginan Hugh, termasuk dalam urusan seksual. Pengakuan tersebut diberitakan Page Six pada Selasa (27/10).

“Saya yakin bahwa saya melakukan apa pun yang dia inginkan. Dan jika itu melibatkan seks, maka saya hanya melakukan apa yang dia minta,” kata Crystal.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah pengalaman di kamar tidur membuatnya merasa tidak nyaman.

“Ada saat-saat yang sangat tidak nyaman bagi saya di kamar tidur,” ujarnya. “Di kamar tidur, terjadi hal-hal yang sebenarnya tidak bisa dibenarkan.”

Crystal Hefner Ungkap Dugaan Pemaksaan Aktivitas Seksual

Crystal turut menuding Hugh Hefner memaksa saudara kembar sekaligus mantan Playboy Playmates, Kristina dan Karissa Shannon, melakukan aktivitas seksual satu sama lain.

“Itu inses. Itu menjijikkan,” kata Crystal, yang kini berusia 40 tahun. “Saya tidak ingin mereka harus melakukan hal seperti itu satu sama lain. Jadi, itu sangat, sangat berat.”

Selain itu, Crystal menuding Hugh menggunakan mainan seks yang menurutnya tampak kotor dan menggunakannya terhadap dirinya serta para Playmates lainnya tanpa memperhatikan kenyamanan mereka.

Ketika pewawancara Lisa Guerrero menilai pengalaman yang diceritakan Crystal sebagai pemerkosaan, Crystal tidak membantah penilaian tersebut. Ia juga menggambarkan Hugh sebagai sosok yang tidak menunjukkan kelembutan dalam hubungan intim mereka.

“Setelahnya, dia mendengkur, sementara saya berusaha untuk tidur setelah apa yang terjadi, padahal tubuh saya terasa sakit,” kata Crystal.

“Dia hanya menginginkan sensasi atau stimulasi yang lebih kuat. Tidak ada unsur keintiman sama sekali dalam apa pun yang dia lakukan,” lanjutnya.

Pengakuan tersebut merupakan kesaksian Crystal mengenai pengalaman pribadinya. Tuduhan-tuduhan itu perlu dibedakan dari fakta yang telah dibuktikan melalui proses hukum.

Karissa Shannon Pernah Menggambarkan Pengalaman Serupa

Page Six melaporkan telah menghubungi perwakilan Kristina dan Karissa Shannon untuk meminta tanggapan mengenai cerita Crystal.

Dalam pernyataan yang pernah disampaikan sebelumnya, Karissa juga menggambarkan pengalaman seksualnya dengan Hugh menggunakan istilah yang mengacu pada pemerkosaan.

Kesaksian tersebut kembali menyoroti pengalaman perempuan yang pernah berada di lingkungan Playboy Mansion dan hubungan mereka dengan Hugh Hefner. Namun, setiap klaim tetap perlu dipahami berdasarkan keterangan masing-masing pihak dan bukti yang tersedia.

Crystal dan Hugh Hefner Menikah pada 2012

Crystal dan Hugh Hefner menikah pada 2012 dan tetap bersama hingga Hugh meninggal dunia pada September 2017 dalam usia 91 tahun. Hugh dilaporkan meninggal akibat henti jantung dan gagal napas.

Setelah kematian Hugh, Crystal semakin terbuka mengenai pengalaman selama berada di lingkungan Playboy Mansion dan kehidupan pernikahannya.

Pada Agustus 2026, Crystal juga membahas hubungannya dengan Hugh dalam siniar No One Asked Her bersama Firerose, mantan istri penyanyi Billy Ray Cyrus.

“Menurut saya, saya benar-benar telah dicuci otaknya, tetapi tidak ada pihak mana pun yang memvalidasi pengalaman saya,” ujar Crystal. Ia juga mengaku berada di bawah pengawasan sekitar 70 karyawan selama tinggal di Playboy Mansion.

Baca Juga: Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)

Memoar Crystal Ungkap Dugaan Kontrol dalam Pernikahan

Dalam memoarnya yang terbit pada 2024, Only Say Good Things: Surviving Playboy and Finding Myself, Crystal menceritakan pengalamannya selama bersama Hugh. Ia menuding mendiang suaminya berusaha mengendalikan sejumlah aspek kehidupannya, termasuk meminta dirinya menurunkan berat badan dan mendikte pakaian yang harus dikenakan.

Sejak Hugh meninggal dunia, Crystal berulang kali menyampaikan kritik terhadap kehidupan mereka. Ia juga mengungkapkan pandangannya mengenai hubungan intim mereka serta kondisi Playboy Mansion yang menurutnya jauh dari gambaran glamor yang selama ini dikenal publik.

Kesaksian Crystal kembali membuka pembahasan mengenai relasi kuasa, batasan dalam hubungan intim, serta pentingnya persetujuan dalam aktivitas seksual.

Bagi siapa pun yang mengalami, melihat, mendengar, atau mengetahui tindak kekerasan maupun pelecehan terhadap perempuan dan anak, laporan dapat disampaikan melalui SAPA 129 dengan menghubungi nomor telepon 129 atau WhatsApp 08111-129-129.