Penulis : Redaksi

SURABAYA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda empat kawasan gunung dan pegunungan di Jawa Timur hingga Selasa (20/10/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur melaporkan kebakaran terjadi di kawasan Bromo, Sigiran, Arjuno-Welirang, dan Tamankursi di kaki Gunung Argopuro.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengatakan tim gabungan masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah lokasi. Beberapa titik api berada di lereng dan punggungan bukit yang sulit dijangkau petugas.

Kebakaran di sejumlah kawasan tersebut juga dilaporkan mendekati area perkebunan warga. Meski demikian, berdasarkan laporan BPBD yang disampaikan, aktivitas masyarakat di sekitar beberapa lokasi belum terdampak secara langsung.

Berikut kondisi terkini kebakaran di empat kawasan gunung dan pegunungan di Jawa Timur berdasarkan laporan BPBD hingga Selasa siang.

1. Kebakaran Gunung Bromo, Luas Area Terbakar 75,37 Hektare

Kebakaran di kawasan Gunung Bromo pertama kali terdeteksi pada Kamis (15/10/2026). Api bermula dari sisi timur Mentigen, tepatnya di kawasan Bukit Kembang, Desa Pucuk Sari, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

Kebakaran kemudian meluas ke beberapa lokasi lain, meliputi Gunung Ringgit di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo; Blok Kesiman di area Lemah Pasar, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan; serta Bukit Keciri atau Bukit Premium di Desa Ngadirejo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Menurut Satriyo, jarak titik api dari permukiman warga diperkirakan sekitar 1–2 kilometer. Namun, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi belum terdampak secara langsung.

Petugas gabungan bersama relawan telah melakukan upaya pemadaman di kawasan tersebut. Seluruh titik api dilaporkan telah padam, meskipun kepulan asap masih terlihat di wilayah Penanjakan.

“Saat ini, api telah padam, namun masih terpantau kepulan asap di wilayah Penanjakan. Luasan wilayah yang terbakar 75,37 hektare, data masih berkembang,” ucap Satriyo.

Kebakaran di kawasan Bromo juga menimbulkan korban jiwa. Lima petugas gabungan dan relawan dilaporkan meninggal dunia saat melakukan upaya pemadaman.

Mereka adalah Sukaris (55) dan Hendra Rony Wagiyanata (33), petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS); Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), karyawan hotel di sekitar lokasi; serta Munawi (44), anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP).

Sementara itu, satu orang yang mengalami luka-luka, Suraji (40), masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, akibat luka bakar yang dideritanya.

2. Kebakaran Gunung Sigiran Masih Sulit Dijangkau

Kebakaran juga terjadi di kawasan Gunung Sigiran, tepatnya di atas Surga Cendono, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Api dilaporkan mulai muncul pada Selasa (13/10/2026).

Satriyo menyebut jarak titik api dari permukiman warga sekitar 5–6 kilometer. Hingga Selasa, aktivitas masyarakat di kawasan tersebut belum dilaporkan terdampak secara langsung.

Tim gabungan melakukan pemantauan di sepanjang perbatasan Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto. Dari hasil pemantauan, arah pergerakan api dilaporkan mengarah ke wilayah Mojokerto.

“Hari ini, tim gabungan melakukan pemantauan di sepanjang perbatasan Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan hasil pemantauan, arah pergerakan api mengarah ke wilayah Mojokerto,” ucapnya.

BPBD Jawa Timur, pihak Taman Hutan Raya (Tahura), dan BPBD Kabupaten Mojokerto melanjutkan pemantauan terhadap perkembangan titik api serta berkoordinasi dengan pihak terkait.

Namun, penanganan menghadapi kendala karena titik api berada di lereng dan punggungan bukit yang sulit dijangkau tim gabungan.

“Titik api masih berada di area lereng dan punggungan bukit yang sulit dijangkau oleh tim gabungan, sehingga penanganan di lokasi tersebut menghadapi kendala akses,” ujarnya.

3. Karhutla Arjuno-Welirang Merembet ke Perkebunan Warga

Kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang terjadi sejak Jumat (16/10/2026), tepatnya di Gunung Ringgit, Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Menurut Satriyo, titik api masih terpantau di Puncak Cemoro Mencil dan Puncak Limas di wilayah Pasuruan. Api juga dilaporkan bergerak ke arah selatan menuju wilayah Singosari, Kabupaten Malang.

Kebakaran turut merembet ke area perkebunan warga di Petungombo, Desa Tambaksari, Kabupaten Pasuruan.

“Sementara itu, di wilayah Petungombo, Desa Tambaksari, Kabupaten Pasuruan, api telah merembet ke area perkebunan warga,” ucapnya.

Untuk menghambat penyebaran api, tim gabungan melakukan pembuatan sekat bakar atau ilaran di Puncak Cemoro Mencil dan kawasan Puncak Limas.

Jarak titik api dari permukiman warga diperkirakan sekitar 2–3 kilometer. BPBD menyebut aktivitas masyarakat di sekitar lokasi belum terdampak secara langsung.

4. Kebakaran di Kaki Gunung Argopuro Meluas ke Sejumlah Wilayah

Karhutla juga terjadi di kawasan Tamankursi, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo. Api dilaporkan terdeteksi sejak Kamis (15/10/2026) di wilayah kaki Gunung Argopuro.

“Kondisi saat ini masih terpantau titik api di wilayah Gunung Argopuro,” kata Satriyo.

Kebakaran di kawasan tersebut dilaporkan meluas ke sebagian wilayah Probolinggo dan Jember. Tim gabungan menghadapi kendala karena titik api berada di daerah terjal yang sulit dijangkau.

Pemantauan sementara dilakukan dari jarak jauh untuk mengawasi perkembangan kebakaran.

“Tim gabungan melanjutkan pemantauan dari jarak jauh karena lokasi titik api yang sulit dijangkau. Jarak titik api dari permukiman warga sekitar 15-20 km dan aktivitas masyarakat sekitar tidak terdampak secara langsung,” kata Satriyo.

Hingga Selasa, luas keseluruhan area yang terbakar di empat kawasan gunung dan pegunungan tersebut masih dalam pendataan BPBD Jawa Timur.