MAKASSAR – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut pemerintah tengah mengupayakan tambahan anggaran untuk pembangunan Sekolah Rakyat gelombang ketiga.
Dody mengatakan, gelombang ketiga saat ini mencakup sekitar 60 sekolah. Tambahan anggaran tersebut diperlukan untuk mendukung target pembangunan Sekolah Rakyat yang ditetapkan pemerintah.
“Gelombang ketiga saat ini berjumlah sekitar 60-an sekolah, dan sedang diupayakan tambahan dana dari Bapak Presiden,” ujar Dody di Makassar, Rabu (23/9/2026).
Menurut Dody, tambahan anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung target pembangunan 100 unit Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.
“Tambahan dana ini agar bisa mencapai 100 sekolah yang ditargetkan selesai pada Juni 2027, demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kementerian PU memang telah menyiapkan skenario pembangunan Sekolah Rakyat tahap ketiga secara bertahap. Dalam pembahasan dengan Komisi V DPR RI, Kementerian PU menyebut jumlah lokasi yang dibangun dapat ditingkatkan dari 37 menjadi 60, bahkan hingga 100 unit sesuai kapasitas dan anggaran yang disepakati.
93 Sekolah Rakyat Gelombang Kedua Siap Digunakan
Sementara itu, sebanyak 93 Sekolah Rakyat gelombang kedua, termasuk yang berada di Makassar, disebut siap digunakan.
Dody mengatakan peresmian Sekolah Rakyat tahap kedua tersebut direncanakan berpusat di satu lokasi di Makassar. Sementara lokasi lainnya akan mengikuti secara daring.
“Acara peresmian Sekolah Rakyat tahap dua dengan total sekitar 93 direncanakan berpusat di satu titik (di Makassar), sementara titik lainnya akan diselenggarakan secara online atau zoom,” jelasnya.
Namun, jadwal peresmian masih menunggu kesiapan waktu Presiden Prabowo Subianto.
“Masih menunggu waktu luang dari Bapak Presiden, yang diperkirakan kemungkinan besar setelah HUT TNI, meskipun jadwal pastinya belum didapatkan,” ungkapnya.
Sekolah Rakyat Makassar Tampung 1.260 Siswa
Dody juga meninjau Sekolah Rakyat yang berada di Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Sekolah tersebut direncanakan memiliki kapasitas sekitar 1.260 siswa untuk jenjang SD, SMP hingga SMA. Saat ini, jumlah siswa yang telah terisi sekitar 418 orang dan akan bertambah secara bertahap.
“Total kapasitas tampung yang direncanakan mencapai 1.260 siswa, dan saat ini baru terisi sekitar 418 siswa secara bertahap,” katanya.
Program Sekolah Rakyat merupakan pendidikan berasrama gratis yang mencakup jenjang SD hingga SMA dan ditujukan bagi anak-anak dari keluarga sangat miskin atau prasejahtera.
Sekolah Rakyat di Barru Ditemukan Genangan
Selain Makassar, Dody meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Barru.
Dalam peninjauan tersebut ditemukan sejumlah lantai yang mengalami genangan air. Kondisi itu menjadi catatan bagi Kementerian PU untuk segera diperbaiki.
“Ada catatan dari tenaga pendidik, lantainya kurang miring sehingga air menggenang. Itu segera diperbaiki kontraktor,” tuturnya.
Dody menegaskan perbaikan akan dilakukan oleh kontraktor sebelum fasilitas tersebut digunakan secara optimal.
Pengoperasian Diserahkan ke Kementerian Sosial
Setelah pembangunan fisik selesai, fasilitas Sekolah Rakyat akan diserahkan kepada Kementerian Sosial untuk pengoperasiannya.
Dody menjelaskan Kementerian PU memiliki tugas pada pembangunan infrastruktur, sedangkan pengelolaan Sekolah Rakyat menjadi kewenangan pihak terkait di bidang sosial.
“Ini nanti setiap diserahkan ke kepala Dinas Sosial. Dinas Sosial, jadi saya cuman bangunin dong,” pungkasnya.
Pembangunan tahap ketiga Sekolah Rakyat masih berkaitan dengan kebutuhan penyesuaian kapasitas dan anggaran. Kementerian PU sebelumnya memperkirakan kebutuhan anggaran khusus Sekolah Rakyat meningkat seiring rencana peningkatan kapasitas peserta didik.
