Jakarta — Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi mengungkap alasan pasangan Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin memilih mundur pada babak pertama China Masters 2026.
Ali/Devin berhasil mengamankan gim pertama dengan kemenangan 21-16. Namun, pertandingan tidak berlanjut ke gim kedua karena Goh/Nur memutuskan mundur.
Keputusan tersebut sempat membuat Ali/Devin kebingungan. Pasalnya, pasangan Indonesia itu tidak melihat adanya gerakan yang menunjukkan lawan mengalami cedera selama pertandingan.
Nur Izzuddin Mundur karena Demam
Devin kemudian mengetahui alasan di balik keputusan Goh/Nur setelah menanyakan langsung kondisi lawannya.
“Saya dan Faathir waktu di lapangan tidak tahu kenapa mereka memutuskan mundur karena sepertinya tidak ada gerakan yang membuat cedera. Setelah saya tanya ternyata Izzuddin sakit demam dari semalam. Daripada dipaksakan mungkin mundur menjadi keputusan terbaik,” jelas Devin.
Dengan mundurnya Goh/Nur, Ali/Devin pun memastikan langkah ke babak berikutnya China Masters 2026.
Pada gim pertama, Ali/Devin mengaku menerapkan permainan aman sembari memanfaatkan kesempatan untuk melancarkan serangan. Laga tersebut berlangsung sekitar seperempat jam.
“Kami sempat ambil gim pertama karena coba bermain safe dan menyerang. Lawan juga banyak mengangkat bola jadi enak untuk kami menekan,” ucap Devin dilansir dari rilis PBSI.
Ali/Devin Incar Delapan Besar
Setelah melewati babak pertama atau 32 besar, Ali/Devin tidak ingin memasang target yang terlalu tinggi di China Masters 2026.
Ali mengatakan pasangan tersebut ingin menjalani setiap pertandingan secara bertahap. Target awal yang ingin mereka capai adalah menembus perempat final.
“Target kami pasti mau yang terbaik, pengennya bisa ke delapan besar dulu tapi coba step by step. Tidak mudah karena ini Super 750 pertama kami,” terang Ali.
China Masters 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi Ali/Devin karena merupakan turnamen level Super 750 pertama mereka.
Selain Ali/Devin, Indonesia memiliki tiga wakil lainnya di China Masters 2026. Mereka adalah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, dan Jonatan Christie.
