Jakarta — Jumlah korban tewas akibat banjir bandang Nepal bertambah menjadi sedikitnya 682 orang. Angka tersebut terdiri dari 675 korban tewas di Nepal dan tujuh korban di Tibet yang turut terdampak bencana pada Rabu (26/8).
Badan Penanggulangan Bencana Nepal melaporkan sedikitnya 675 orang meninggal dunia hingga Sabtu (29/8). Sementara itu, media pemerintah China telah mengonfirmasi tujuh korban tewas di Tibet.
Dengan demikian, total korban tewas akibat bencana di Nepal dan Tibet mencapai 682 orang, dilansir dari AFP.
Jumlah korban hilang di Nepal masih berada di angka 2.426 orang, setelah sempat melonjak tajam pada Sabtu (29/8) pagi waktu setempat.
Berdasarkan data Badan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal, daftar orang hilang tersebut mencakup 517 warga negara asing (WNA) dan 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang berada di sungai tempat aliran banjir bandang menerjang.
Daftar tersebut juga mencakup 45 prajurit Angkatan Darat Nepal, 40 petugas kepolisian, serta 19 petugas imigrasi dan bea cukai.
Tujuh Jenazah Ditemukan di India
Operasi pencarian korban juga meluas hingga India. Pihak berwenang India menyatakan telah menemukan tujuh jenazah dari sungai-sungai yang mengalir dari Nepal.
Ketujuh jenazah tersebut diduga kuat merupakan korban banjir bandang yang menerjang Nepal. Namun, hingga saat ini tujuh jenazah tersebut belum dimasukkan ke dalam total resmi korban tewas.
Jurnalis Al Jazeera Minelle Fernandez melaporkan dari Kathmandu, Nepal, bahwa pemerintah telah meminta bantuan spesialis dari India dan China untuk memperkuat operasi penyelamatan.
Bantuan tersebut mencakup tim-tim penyelamat, termasuk spesialis penyelamatan terowongan yang diperkirakan tiba pada Sabtu.
“Alasan juru bicara kementerian luar negeri (Nepal) mengatakan bahwa keputusan ini telah diambil adalah karena nyawa dipertaruhkan dan itu sangat, sangat mendesak,” kata Minelle.
Menurut Minelle, Nepal sebelumnya enggan menerima bantuan dari pihak luar karena khawatir kehadiran banyak tim di berbagai wilayah justru menimbulkan kekacauan dalam operasi penyelamatan.
Namun, meningkatnya jumlah korban dan masih banyaknya orang yang hilang membuat kebutuhan terhadap dukungan tambahan menjadi semakin mendesak.
Penyebab Banjir Bandang Nepal Masih Dikaji
Banjir bandang dan tanah longsor menyapu sejumlah wilayah Nepal pada Rabu (26/8). Pada laporan awal, bencana tersebut disebut dipicu oleh gempa bumi yang kemudian mengakibatkan longsoran es dan batuan di Sungai Lhende Khola.
Sungai tersebut melintasi wilayah Nepal dan Tibet.
Namun, analisis lebih lanjut dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menunjukkan tidak terdapat gempa bumi sebelum insiden tanah longsor dan banjir bandang terjadi.
Temuan tersebut membuat penyebab bencana masih menjadi bagian dari kajian lebih lanjut, sementara operasi pencarian dan penyelamatan terhadap ribuan orang yang masih hilang terus berlangsung.
