Penulis : Redaksi

Jakarta — Momen libur Paskah dimanfaatkan dengan baik oleh The Super Mario Galaxy Movie. Sekuel dari film 2023 tersebut sukses menduduki puncak box office Amerika Utara pada akhir pekan panjang.

Film animasi garapan Aaron Horvath dan Michael Jelenic, dengan naskah yang ditulis Matthew Fogel, mencatat debut impresif dengan pendapatan US$130 juta pada akhir pekan pertamanya.

Berdasarkan data Box Office Mojo per Senin (6/4), film ini juga meraih US$190 juta dalam lima hari pertama penayangan di 4.252 bioskop.

Di pasar internasional, film tersebut mengumpulkan US$182,4 juta dari 78 negara. Secara global, total pendapatan awal film yang diisi suara oleh Chris Pratt, Anya Taylor-Joy, dan Charlie Day ini mencapai US$372,5 juta.

Capaian tersebut menjadi sinyal keuntungan besar bagi Illumination, Nintendo, dan Universal Pictures, mengingat biaya produksi film ini sebesar US$110 juta, hanya naik US$10 juta dari film sebelumnya.

Selain itu, The Super Mario Galaxy Movie juga mencatatkan debut domestik terbesar sepanjang tahun ini, meski masih sedikit di bawah pencapaian pendahulunya, The Super Mario Bros. Movie (2023), yang meraih US$146 juta pada akhir pekan perdana dan US$204 juta dalam lima hari pertama.

“Ini adalah angka yang luar biasa,” ujar David A. Gross, penerbit buletin box office FranchiseRe, seperti dikutip dari Variety. “Sejauh ini, film tersebut mampu mempertahankan sebagian besar penonton dari film pertamanya.”

Prestasi ini sekaligus menandai peluncuran domestik terbesar kedua sepanjang masa bagi Illumination, studio animasi yang didirikan oleh Chris Meledandri. Studio ini sebelumnya dikenal lewat berbagai film sukses keluarga seperti waralaba Despicable Me, Minions, Sing, dan The Secret Life of Pets.

Persaingan Box Office Hollywood

Di posisi kedua box office akhir pekan, film fiksi ilmiah produksi Amazon MGM, Project Hail Mary, menambah pendapatan sebesar US$30,6 juta pada pekan ketiganya, meski mengalami penurunan 43 persen.

Film yang dibintangi Ryan Gosling tersebut kini telah mengumpulkan US$217 juta di pasar domestik dan total global sebesar US$420,7 juta.

Tahun ini juga menjadi tonggak penting bagi Amazon MGM, karena untuk pertama kalinya merilis deretan film bioskop secara penuh sejak Amazon mengakuisisi MGM senilai US$8 miliar pada 2022.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati film komedi romantis produksi A24, The Drama, yang dibintangi Zendaya dan Robert Pattinson. Film ini meraih US$14,3 juta pada pekan ini dengan total global mencapai US$26,2 juta.

Di peringkat keempat, film animasi Pixar dan Disney, Hoppers, mencatatkan pendapatan US$5,8 juta pada akhir pekan kelima penayangannya. Hingga kini, film tersebut telah meraup US$149,6 juta di Amerika Utara dan US$552 juta secara global.

Baca Juga: Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)

Posisi lima besar ditutup oleh Reminders of Him, film drama romantis produksi Universal yang diadaptasi dari novel karya Colleen Hoover. Film ini menambah US$2,3 juta pada pekan keempat dan telah mengumpulkan total US$45 juta di Amerika Utara serta US$79 juta secara global, dari biaya produksi sebesar US$25 juta.