Penulis : Redaksi

JAKARTA – McLaren 570S menjadi sorotan publik di Indonesia setelah nama seorang mekanik bernama Yudariansyah diduga dicatut dalam persoalan kepemilikan kendaraan mewah yang memicu tagihan pajak hingga Rp137 juta.

Di luar kasus tersebut, McLaren 570S merupakan supercar yang dikenal memiliki performa tinggi, desain sporty, serta penggunaan material ringan. Mobil produksi pabrikan asal Inggris, McLaren, ini dibekali mesin V8 twin-turbo yang dirancang untuk menghasilkan akselerasi cepat dan respons berkendara yang agresif.

Mesin Twin-Turbo Bertenaga 562 HP

Salah satu keunggulan McLaren 570S terletak pada sektor dapur pacu. Mobil ini menggunakan mesin V8 berkapasitas 3.799 cc dengan teknologi twin-turbo yang mampu menghasilkan tenaga maksimum 562 hp pada 7.500 rpm.

Mesin tersebut juga menghasilkan torsi puncak 600 Nm pada rentang 5.000–6.500 rpm. Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui transmisi otomatis tujuh percepatan Seamless Shift Gearbox (SSG) dengan sistem kopling ganda.

Kombinasi mesin dan transmisi tersebut memungkinkan McLaren 570S berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam waktu sekitar 3,2 detik. Kecepatan maksimumnya diklaim mencapai 328 kilometer per jam.

Performa tersebut menjadikan McLaren 570S sebagai mobil sport yang dirancang untuk mengutamakan kecepatan, akselerasi, dan pengendalian.

Menggunakan Sasis Serat Karbon

Untuk menunjang performanya, McLaren 570S menggunakan struktur sasis berbahan serat karbon yang dipadukan dengan rangka aluminium di bagian depan dan belakang.

Konstruksi tersebut dirancang untuk mengurangi bobot kendaraan sekaligus mempertahankan kekakuan struktur. Pada konfigurasi dengan opsi ringan, bobot kering mobil ini tercatat sekitar 1.313 kilogram.

Dari segi dimensi, McLaren 570S memiliki panjang 4.530 milimeter, lebar 2.095 milimeter, tinggi 1.202 milimeter, serta jarak sumbu roda 2.670 milimeter.

Dimensi dan konstruksi tersebut mendukung karakter mobil sport bermesin tengah dengan pusat gravitasi rendah dan distribusi bobot yang dirancang untuk menunjang pengendalian.

Suspensi Adaptif dan Rem Karbon-Keramik

Sektor kaki-kaki McLaren 570S mengandalkan suspensi independen double wishbone yang dipadukan dengan peredam adaptif. Pengemudi juga dapat memilih mode berkendara Normal, Sport, dan Track sesuai kebutuhan.

Sementara itu, sistem pengereman menggunakan cakram karbon-keramik dengan kaliper enam piston di bagian depan dan empat piston di bagian belakang. Sistem tersebut dirancang untuk mendukung pengereman saat mobil digunakan pada kecepatan tinggi.

Di bagian interior, McLaren 570S dilengkapi layar sentuh infotainment IRIS berukuran 7 inci, panel instrumen digital, serta konektivitas Bluetooth.

Mobil ini juga memiliki ruang penyimpanan di bagian depan dengan kapasitas sekitar 150 liter.

McLaren 570S Terseret Dugaan Pencatutan Identitas

Sorotan terhadap McLaren 570S di Indonesia bermula dari viralnya tagihan pajak senilai Rp137 juta yang dikaitkan dengan Yudariansyah, seorang mekanik yang tinggal di lingkungan permukiman dengan akses jalan sempit dan berlubang.

Kasus tersebut memunculkan dugaan adanya penyalahgunaan identitas dalam proses kepemilikan atau pembiayaan kendaraan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Samsat Ciledug, Idham Kholid, menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan dugaan manipulasi data.

“Kalau benar begitu berarti memang ada permainan leasing waktu pertama kali beli mobil di showroom pakai KTP orang,” kata Idham.

Pernyataan tersebut merujuk pada dugaan penggunaan kartu tanda penduduk (KTP) milik orang lain dalam transaksi pembelian kendaraan. Dugaan itu masih perlu dibedakan dari fakta kepemilikan kendaraan yang nantinya ditetapkan melalui pemeriksaan pihak berwenang.

Samsat Ciledug Memblokir Kendaraan

Menindaklanjuti persoalan tersebut, Samsat Ciledug memblokir surat kendaraan McLaren 570S bertransmisi otomatis yang tercatat sebagai hasil mutasi dari Bekasi sejak Oktober 2022.

“Hari ini, kendaraannya sudah kami blokir dari sistem perpajakan yang ada di Samsat Ciledug,” ujar Idham.

Sementara itu, kepolisian masih menyelidiki kepemilikan asli kendaraan tersebut. Yudariansyah disebut merasa lega setelah namanya dibersihkan dari persoalan yang menyeretnya dalam tagihan pajak kendaraan mewah itu.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya ketelitian dalam proses administrasi kendaraan dan perlindungan data identitas pribadi. Meski demikian, kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab perlu menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.