JAKARTA — Mengatur pengeluaran rumah tangga menjadi salah satu langkah penting ketika kondisi keuangan sedang tidak stabil. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengevaluasi daftar belanja bulanan, termasuk mengurangi pembelian produk tertentu yang sebenarnya bisa diganti dengan alternatif lebih hemat.
Namun, menghemat pengeluaran bukan berarti harus mengorbankan kebutuhan makan atau mengurangi asupan gizi keluarga. Kuncinya adalah memilih bahan makanan dengan harga lebih terjangkau, memanfaatkan bahan yang tersedia, dan merencanakan belanja sesuai kebutuhan.
Ada sejumlah produk yang bisa dipertimbangkan untuk dibeli lebih jarang atau diganti dengan alternatif yang lebih ekonomis. Berikut enam di antaranya.
1. Buah yang Sudah Dipotong
Buah potong siap santap menawarkan kepraktisan karena sudah dicuci, dipotong, dan dikemas. Namun, proses tersebut dapat membuat harganya lebih tinggi dibandingkan buah utuh dengan jenis dan kualitas yang sebanding.
Mengutip Business Insider, margin keuntungan produk buah potong dapat mencapai 40 persen atau lebih, berdasarkan laporan yang menjadi sumber artikel ini.
Untuk menghemat pengeluaran, konsumen bisa membeli buah utuh dan memotongnya sendiri di rumah. Selain lebih ekonomis, cara ini memungkinkan pembeli menyesuaikan jumlah buah dengan kebutuhan keluarga.
Pilih buah yang matang sesuai kebutuhan dan simpan dengan benar agar tidak cepat rusak. Dengan begitu, penghematan tidak justru berakhir pada bahan makanan yang terbuang.
2. Buah dan Sayuran di Luar Musim Panen
Harga buah dan sayuran dapat dipengaruhi musim panen, ketersediaan pasokan, biaya distribusi, dan asal produk. Bahan pangan yang sedang tidak musim atau harus didatangkan dari daerah jauh berpotensi dijual dengan harga lebih tinggi.
Karena itu, memilih buah dan sayuran yang sedang melimpah dapat menjadi salah satu cara untuk menekan biaya belanja.
Konsumen juga bisa membandingkan harga di pasar tradisional, toko bahan pangan, dan supermarket sebelum membeli. Meski begitu, harga tidak selalu lebih murah di satu jenis tempat, sehingga perbandingan tetap diperlukan.
Selain memperhatikan harga, pilih bahan makanan berdasarkan kebutuhan dan daya simpannya. Membeli dalam jumlah besar hanya karena sedang murah belum tentu menguntungkan apabila sebagian bahan akhirnya terbuang.
3. Saus Tomat Siap Pakai
Saus tomat botolan memang praktis untuk melengkapi berbagai hidangan. Namun, bagi yang cukup sering menggunakannya, membuat saus sendiri dapat menjadi alternatif untuk mengatur pengeluaran.
Saus rumahan bisa dibuat menggunakan tomat segar dan bumbu yang tersedia di dapur. Jumlah produksi serta rasa dapat disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga pembelian saus kemasan bisa dikurangi.
Meski demikian, membuat saus sendiri tidak selalu lebih murah. Biaya tomat, bumbu, energi untuk memasak, dan waktu pengolahan tetap perlu diperhitungkan.
Perhatikan pula penyimpanan saus rumahan. Gunakan wadah bersih dan simpan pada suhu yang sesuai agar saus tidak cepat rusak. Jangan menganggap saus buatan sendiri otomatis lebih sehat karena kandungan gula, garam, dan minyak tetap bergantung pada resep yang digunakan.
4. Bumbu Dapur dalam Kemasan Kecil
Bumbu dapur yang dijual dalam kemasan kecil di toko atau supermarket terkadang memiliki harga per gram lebih tinggi dibandingkan kemasan besar atau bumbu curah.
Untuk mengetahui pilihan yang lebih hemat, bandingkan harga berdasarkan berat atau volume, bukan hanya harga pada kemasan.
Membeli bumbu curah di pasar tradisional dapat menjadi alternatif, terutama untuk rempah yang sering digunakan. Namun, belilah dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan agar tidak menumpuk dan kehilangan aroma sebelum digunakan.
Penyimpanan juga berperan penting. Rempah kering sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat yang kering dan terlindung dari panas serta kelembapan.
Dengan cara tersebut, bumbu dapat digunakan lebih optimal dan risiko pemborosan bisa dikurangi.
5. Makanan Kaleng
Makanan kaleng seperti sarden, kornet, tuna, kacang-kacangan, dan buah kalengan menawarkan kepraktisan serta daya simpan yang relatif panjang selama kemasan belum dibuka dan disimpan sesuai petunjuk.
Namun, beberapa produk bisa lebih mahal dibandingkan bahan mentah dengan jenis dan kualitas yang sebanding. Jika memiliki waktu untuk memasak, konsumen dapat membandingkan biaya bahan mentah dengan harga produk siap santap.
Kacang kering, misalnya, dapat menjadi alternatif kacang kalengan. Kacang kering perlu direndam atau dimasak sesuai jenisnya sebelum dikonsumsi. Metode memasak menggunakan panci biasa atau slow cooker dapat dipilih sesuai petunjuk keamanan pangan untuk jenis kacang yang digunakan.
Untuk menambah cita rasa, kacang bisa dimasak bersama bawang bombai, bawang putih, dan daun salam. Bumbu tersebut dapat disesuaikan dengan selera.
Meski begitu, makanan kaleng tidak harus dihindari sepenuhnya. Produk seperti ikan kaleng dapat menjadi pilihan praktis ketika waktu memasak terbatas. Pertimbangkan harga per porsi, kandungan garam atau gula, serta kebutuhan rumah tangga sebelum memutuskan membeli.
6. Camilan Manis
Es krim, donat, kue, dan camilan manis lainnya bisa menambah pengeluaran apabila dibeli berulang kali tanpa perencanaan.
Untuk mengendalikan anggaran, pembelian camilan dapat dibatasi sesuai kebutuhan. Konsumen juga bisa memilih kemasan lebih kecil, membandingkan harga per porsi, atau membuat camilan sederhana sendiri di rumah.
Buah segar, ubi kukus, atau makanan ringan rumahan dapat menjadi pilihan lain sesuai selera dan kebutuhan keluarga. Namun, biaya bahan serta waktu untuk menyiapkannya tetap perlu diperhitungkan.
Mengurangi camilan manis bukan berarti harus menghilangkannya sama sekali. Pengaturan frekuensi dan porsi dapat membantu menjaga pengeluaran tanpa membuat pola makan terasa terlalu membatasi.
Cara Menghemat Belanja Tanpa Mengorbankan Kebutuhan Gizi
Mengurangi pengeluaran bulanan akan lebih efektif jika disertai perencanaan belanja. Beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan antara lain:
-
Buat daftar belanja: prioritaskan bahan makanan pokok dan kebutuhan yang benar-benar diperlukan.
-
Bandingkan harga per satuan: perhatikan harga per kilogram, liter, atau porsi untuk menemukan pilihan yang lebih ekonomis.
-
Susun menu mingguan: gunakan bahan yang sama untuk beberapa hidangan agar tidak banyak bahan tersisa.
-
Perhatikan daya simpan: sesuaikan jumlah pembelian dengan kemampuan penyimpanan dan kebutuhan keluarga.
-
Manfaatkan bahan yang tersedia: periksa isi kulkas dan lemari dapur sebelum membeli bahan baru.
-
Tetap perhatikan gizi: jangan mengurangi sumber protein, sayuran, buah, atau kebutuhan pangan penting lainnya hanya demi menekan anggaran.
Pada akhirnya, tidak semua produk harus dihapus dari daftar belanja bulanan. Pilihan yang paling hemat bergantung pada harga setempat, jumlah anggota keluarga, waktu memasak, serta kebutuhan masing-masing rumah tangga.
Dengan mengevaluasi belanja secara rutin dan memilih alternatif yang tepat, pengeluaran dapat lebih terkendali tanpa mengorbankan kebutuhan makan sehari-hari.
