Jakarta — Sutradara Zach Cregger menyiapkan film terbarunya setelah menggarap Resident Evil. Kali ini, Cregger akan mengarahkan film thriller fiksi ilmiah berjudul The Flood yang dibintangi Jennifer Lawrence.
Jennifer Lawrence dikonfirmasi sebagai pemeran utama The Flood. Film produksi New Line Cinema, divisi Warner Bros., tersebut dijadwalkan tayang di bioskop pada 11 Agustus 2028.
Cregger akan menyutradarai sekaligus memproduksi film tersebut berdasarkan naskah yang ditulisnya sendiri. Proyek ini menjadi film berikutnya yang digarap Cregger setelah Resident Evil.
The Flood Masih Rahasiakan Cerita
Belum banyak informasi mengenai jalan cerita The Flood. Film tersebut disebut sebagai thriller fiksi ilmiah, sementara Cregger sebelumnya memberikan gambaran mengenai pendekatan yang digunakan dalam proyek terbarunya.
Dalam wawancara yang dikutip dalam pemberitaan mengenai film tersebut, Cregger mengatakan The Flood bukan film horor, tetapi tetap memiliki banyak unsur horor.
“Ini bukan film horor, tapi mengandung banyak unsur horor. Saya menyukainya. Menurut saya, film ini benar-benar istimewa. Saya sangat antusias,” tutur Zach Cregger.
Detail mengenai karakter Jennifer Lawrence maupun konflik utama film masih belum diungkapkan secara resmi.
Produksi The Flood Dimulai 2027
Produksi The Flood dijadwalkan dimulai di kawasan Eropa pada awal 2027. Amblin Entertainment akan memproduksi film tersebut bersama Roy Lee dan Miri Yoon dari Vertigo Entertainment.
Baca Juga: Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)
New Line Cinema sebelumnya juga bekerja sama dengan Cregger melalui Weapons, film horor yang turut memperkuat namanya sebagai pembuat film bergenre tersebut. Cregger sebelumnya dikenal melalui Barbarian (2022) yang dibintangi Georgina Campbell, Bill Skarsgård, dan Justin Long.
Sementara itu, Resident Evil menjadi proyek Cregger berikutnya yang telah lebih dulu dirilis. Film tersebut merupakan cerita baru dalam dunia waralaba gim Resident Evil.
Selain The Flood, Cregger juga telah dikaitkan dengan proyek adaptasi Siren Head karya Trevor Henderson, dengan Brian Duffield sebagai sutradara.