Penulis : Redaksi

JAKARTA – Liam dan Noel Gallagher kembali menunjukkan kekompakan saat menghadiri pemutaran perdana dokumenter Oasis, Oasis: Don’t Look Back in Anger, di Venice Film Festival 2026, Sabtu (5/9). Namun, dua bersaudara itu memilih tidak menghadiri konferensi pers setelah sesi foto dan penampilan mereka di festival.

Liam dan Noel tiba di Lido menggunakan perahu dan berpose bersama untuk sesi pemotretan film. Setelah itu, keduanya meninggalkan lokasi sebelum konferensi pers dimulai.

Mereka tidak bergabung dengan sutradara Dylan Southern dan Will Lovelace serta penulis Steven Knight dalam sesi tersebut. Variety melaporkan bahwa Gallagher bersaudara memang tidak dijadwalkan mengikuti konferensi pers, meskipun informasi tersebut sebelumnya tidak disampaikan kepada awak media.

Baca Juga: Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)

“Mereka ada di sini tadi untuk difoto, jadi mereka sebenarnya ada di sini,” kata Lovelace soal ketidakhadiran Gallagher bersaudara.

Kehadiran Liam dan Noel di Venice menjadi salah satu momen penting dalam promosi dokumenter yang mengangkat perjalanan reuni Oasis melalui tur Live ’25. Keduanya sebelumnya telah lama dikenal memiliki hubungan yang penuh konflik sebelum kembali bekerja sama.

Liam dan Noel Jarang Wawancara Bersama

Sejak Oasis kembali bersatu, Liam dan Noel cenderung menghindari wawancara bersama. Dokumenter ini menjadi salah satu kesempatan langka untuk melihat keduanya berbicara dalam satu proyek mengenai perjalanan mereka kembali ke panggung.

Dokumenter tersebut merekam proses reuni Oasis, termasuk latihan, kehidupan di belakang panggung, serta penampilan mereka selama tur.

Menurut informasi resmi Venice Film Festival, film berdurasi 122 menit itu disutradarai Dylan Southern dan Will Lovelace, dengan Steven Knight sebagai penulis. Liam dan Noel Gallagher tercatat sebagai pemeran utama.

Film tersebut juga menampilkan wawancara bersama Liam dan Noel yang menjadi bagian dari proses mendokumentasikan hubungan kedua bersaudara itu setelah bertahun-tahun berselisih.

Steven Knight mengungkapkan bahwa Gallagher bersaudara telah menonton film tersebut dan merasa sangat puas. Menurutnya, pengalaman melihat kembali perjalanan reuni Oasis menjadi momen emosional bagi keduanya.

Lovelace juga menggambarkan hubungan Liam dan Noel saat ini sebagai sesuatu yang jauh lebih baik dibandingkan masa-masa sebelumnya.

“Mereka tampaknya berhubungan cukup baik,” kata Lovelace.