JAKARTA – Serial Malaysia Madu Atau Racun memicu kontroversi setelah sejumlah adegan dalam drama tersebut dinilai menyentuh sensitivitas agama dan nilai-nilai budaya setempat. Polemik itu membuat iQIYI dan rumah produksi melakukan penyuntingan ulang terhadap seluruh serial.
Drama Madu Atau Racun sebelumnya mulai ditayangkan di iQIYI pada Agustus 2026. Serial yang terdiri dari 12 episode itu kemudian mendapat sorotan publik setelah sejumlah adegan yang mengarah pada hubungan sesama jenis dinilai tidak sesuai dengan sensitivitas masyarakat Malaysia.
Kontroversi tersebut berkembang di media sosial hingga mendorong desakan agar serial itu diturunkan dari platform penayangan iQIYI.
Polemik kemudian mendapat perhatian pemerintah dan sejumlah lembaga industri Malaysia. Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama), Senator Dr. Zulkifli Hasan, menyatakan pemerintah menolak penayangan Madu Atau Racun karena adanya unsur yang dinilai menyentuh sensitivitas keagamaan dan norma budaya setempat.
Pemerintah Malaysia menilai konten yang menyentuh aspek tersebut perlu ditangani secara serius, terutama berkaitan dengan perlindungan akidah dan nilai moral generasi muda.
Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) turut menyatakan dukungan terhadap sikap tersebut dan melakukan pemantauan berdasarkan pedoman yang berlaku. Sebelumnya, JAKIM juga telah mengajukan laporan kepada Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) terkait serial tersebut.
iQIYI Tarik Enam Episode
Menanggapi kontroversi tersebut, iQIYI bersama MIG Production House dan sejumlah lembaga terkait menggelar pertemuan untuk membahas tayangan Madu Atau Racun.
Pertemuan tersebut melibatkan sejumlah pihak, termasuk Perbadanan Kemajuan Filem Nasional Malaysia (FINAS), MCMC, JAKIM, Communications and Multimedia Content Forum of Malaysia (CMCF), serta perwakilan asosiasi industri film dan televisi Malaysia.
Hasil pembahasan tersebut membuat iQIYI sepakat menarik sementara enam episode yang telah dirilis.
Sementara itu, enam episode lainnya ditunda. Seluruh 12 episode akan menjalani proses penyuntingan dan peninjauan ulang sebelum kembali tersedia di platform.
Ketua Pegawai Eksekutif FINAS Datuk Azmir Saifuddin Mutalib mengatakan keputusan tersebut diambil setelah adanya arahan untuk meninjau kembali konten serial yang menjadi kontroversi.
Dengan keputusan tersebut, penonton iQIYI di Malaysia untuk sementara tidak dapat menyaksikan enam episode Madu Atau Racun yang sebelumnya sudah dirilis.
Hingga kini belum ada tanggal pasti mengenai kapan serial tersebut akan kembali ditayangkan setelah proses penyuntingan dan peninjauan selesai. Berdasarkan informasi dalam naskah ini, serial tersebut masih dapat diakses melalui iQIYI Indonesia.
Rumah Produksi Minta Maaf
MIG Production House selaku rumah produksi Madu Atau Racun telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas kontroversi yang muncul.
MIG mengatakan pihaknya menyadari adanya kekhawatiran masyarakat terhadap sejumlah adegan dalam serial tersebut. Rumah produksi itu juga mengakui beberapa bagian dinilai terlalu berlebihan untuk tontonan publik karena menyentuh sensitivitas agama dan masyarakat.
Dalam pernyataannya, MIG menegaskan tidak memiliki niat untuk sengaja menyinggung, merendahkan, maupun memicu kontroversi melalui drama tersebut.
“Kepada seluruh penonton, peminat dan semua pihak yang telah memberikan sokongan terhadap drama Madu Atau Racun, kami mengambil maklum terhadap isu yang sedang tular dan telah menyentuh sensitiviti agama dan masyarakat dengan babak yang dilihat agak keterlaluan untuk ditonton secara umum.”
MIG juga menyatakan menghormati pandangan masyarakat dan akan menjadikan kritik yang muncul sebagai pelajaran untuk produksi berikutnya.
Sinopsis Madu Atau Racun
Madu Atau Racun merupakan drama Malaysia yang terdiri dari 12 episode. Ceritanya berpusat pada Azura, seorang istri yang selama ini mendedikasikan kehidupannya untuk suami dan rumah tangga.
Kehidupan Azura berubah ketika suaminya, Adli, membawa pulang istri kedua bernama Nikita. Alasan yang diberikan Adli adalah Azura belum dapat memberikan anak selama menjalani rumah tangga.
Nikita bukan sosok baru bagi Azura. Keduanya pernah menjadi saingan ketika masih bersekolah.
Nikita kemudian diketahui sengaja mengubah penampilannya sebagai bagian dari rencana balas dendam. Konflik semakin rumit ketika Azura dan Nikita harus tinggal di rumah yang sama.
Persaingan di antara keduanya perlahan berkembang menjadi hubungan yang semakin kompleks, terutama ketika sikap Adli yang suka mengontrol semakin parah.
Cerita kemudian berkembang hingga muncul berbagai konflik yang menjadi bagian dari kontroversi serial tersebut.
Awal Penayangan Madu Atau Racun
Madu Atau Racun mulai streaming di iQIYI pada 14 Agustus 2026. Serial tersebut diproduksi oleh MIG Production Sdn Bhd dan memiliki total 12 episode.
Kontroversi yang muncul membuat seluruh episode harus kembali ditinjau. iQIYI menyatakan bersedia melakukan perubahan terhadap bagian-bagian yang dianggap tidak sesuai dengan pedoman dan sensitivitas masyarakat setempat.
Dengan demikian, status penayangan Madu Atau Racun di Malaysia saat ini masih menunggu proses penyuntingan dan peninjauan ulang terhadap seluruh 12 episode.
