Penulis : Redaksi

Jakarta — Peningkatan populasi kendaraan roda dua di Indonesia dimanfaatkan sebagian oknum untuk memproduksi dan mengedarkan busi palsu demi meraup keuntungan berlipat.

Praktik tersebut perlu diwaspadai pemilik sepeda motor, terutama karena harga busi original di pasaran relatif tinggi. Kondisi ini dapat membuat konsumen tergiur mendapatkan produk dengan harga lebih murah tanpa terlebih dahulu memastikan keasliannya.

Padahal, penggunaan busi yang tidak sesuai kualitas dapat merugikan pemilik kendaraan. Karena itu, penting mengetahui ciri busi asli sebelum membeli.

Berikut enam ciri yang dapat diperhatikan untuk membedakan busi asli dan tiruan.

1. Kejelasan Cetakan Kode Produksi

Busi original memiliki cetakan kode produksi yang sangat rapi dan presisi.

Sebaliknya, busi palsu umumnya menampilkan cetakan kode yang buram, tidak simetris, atau terkesan asal-asalan.

Karena itu, perhatikan bagian kode produksi sebelum membeli dan bandingkan dengan produk sejenis jika tersedia.

2. Kualitas Alur Drat atau Ulir

Ulir pada busi asli dibuat dengan tingkat presisi tinggi sehingga terasa halus dan rapi.

Saat membeli, konsumen dapat meminta penjual menampilkan beberapa produk sejenis sebagai pembanding. Cara ini dapat membantu memastikan kualitas dan kerapian ulir pada busi yang akan dibeli.

3. Warna Keramik Isolator

Bagian keramik isolator juga dapat menjadi salah satu bagian yang diperhatikan ketika membedakan busi asli dan tiruan.

Pada busi asli, keramik isolator cenderung berwarna tidak terlalu buram mengkilap. Sementara itu, busi tiruan sering kali memiliki warna keramik yang tampak terlalu putih cerah secara tidak alami.

4. Ketahanan Plating Metal

Bagian plating metal shell pada busi original menggunakan bahan baja berkualitas yang tahan terhadap korosi.

Pada busi palsu, material yang digunakan mudah berkarat. Bahkan, kerap ditemukan bintik-bintik karat meskipun produk baru dikeluarkan dari kemasan.

Kondisi bagian logam karena itu menjadi salah satu hal yang penting diperhatikan sebelum busi dipasang pada kendaraan.

5. Presisi Bagian Elektroda

Elektroda pada busi asli dipasang dengan presisi tinggi untuk menghasilkan percikan api yang stabil.

Berbeda dengan produk palsu, penempatan komponennya sering kali miring dan tidak konsisten antara satu busi dengan lainnya. Sambungan atau gap pada produk tiruan juga dapat terlihat kasar.

Memeriksa posisi dan kerapian elektroda dapat menjadi langkah tambahan sebelum memutuskan membeli busi.

6. Kepresisian dan Kekencangan Gasket

Gasket pada busi asli memiliki permukaan yang halus dan terpasang sangat kuat sehingga sulit dilepas meski diputar mengikuti alur.

Sementara itu, gasket busi palsu biasanya memiliki bekas potongan yang kasar dan sangat mudah terlepas dari badan busi.

Bagian gasket dapat diperiksa untuk melihat kualitas pengerjaan dan kekencangannya.

Beli Busi di Bengkel Resmi

Untuk menjamin keaslian setiap onderdil serta menjaga performa mesin tetap optimal, pastikan selalu melakukan pembelian dan perawatan di bengkel resmi, mengutip keterangan Suzuki, Selasa (1/9).

Memilih tempat pembelian yang terpercaya menjadi langkah penting agar pemilik sepeda motor mendapatkan komponen yang sesuai dan terhindar dari risiko membeli busi palsu.