Jakarta — Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang dan kenaikan harga di sejumlah wilayah Rusia mendorong masyarakat mulai beralih ke mobil listrik dan plug-in hybrid. Lonjakan permintaan membuat sebuah diler mobil di Moskow kewalahan memenuhi pesanan kendaraan baru asal China.
Serangan Ukraina yang meningkat terhadap infrastruktur energi Rusia telah menekan pasokan bensin dan solar dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut memicu pembatasan di sebagian besar wilayah.
Harga eceran bensin di sejumlah daerah bahkan naik ke level tertinggi di Eropa, berdasarkan kalkulasi Reuters.
Volume penjualan mobil listrik dan plug-in hybrid ikut meningkat, meski secara keseluruhan masih tergolong rendah. Produsen dan importir disebut belum siap menghadapi krisis bensin sehingga persediaan kendaraan tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan.
Direktur Eksekutif lembaga analitik Autostat, Sergei Udalov, mengatakan China berpotensi menjadi pihak yang paling diuntungkan apabila krisis terus berlanjut.
“Bila krisis berlanjut, penjualan akan tumbuh signifikan dalam waktu dekat, dan China akan jadi penerima manfaat utama,” kata Sergei Udalov, dikutip Reuters.
Minat masyarakat Rusia terhadap kendaraan listrik sebenarnya telah meningkat sebelum krisis BBM semakin parah.
Harga BBM tercatat naik lebih dari 12 persen secara tahunan selama periode Januari hingga Mei. Krisis pasokan yang terjadi belakangan kemudian mempercepat tren peralihan ke kendaraan listrik.
Merek Mobil China Kuasai Pasar Rusia
Berdasarkan data Autostat, merek mobil listrik dan hybrid terlaris di Rusia saat ini berasal dari produsen China, yakni Geely, Dongfeng, GAC, dan Chery.
Sementara itu, model listrik produksi lokal Rusia yang paling laris, Evolute, dirakit menggunakan komponen yang dipasok Dongfeng.
Sekitar 24.600 mobil plug-in hybrid baru terjual selama lima bulan pertama tahun ini. Angka tersebut meningkat 125 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, penjualan mobil listrik murni naik 19 persen menjadi 4.460 unit, berdasarkan data Autostat dan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia.
Penjualan kendaraan elektrifikasi semakin meningkat pada Juni ketika kelangkaan bahan bakar mulai melanda.
Pekan lalu, sebanyak 1.754 mobil plug-in hybrid baru teregistrasi. Angka tersebut naik hampir sepertiga dibandingkan pekan sebelumnya dan hampir 50 persen lebih tinggi dari rata-rata penjualan mingguan tahun ini.
Kepala Autostat, Sergei Tselikov, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi.
Meski mengalami pertumbuhan tinggi secara persentase, mobil listrik dan plug-in hybrid tahun lalu baru menyumbang 4,3 persen dari total penjualan kendaraan di Rusia.
Sebagian masyarakat Rusia memilih alternatif lain untuk menghadapi krisis BBM dengan memasang perangkat khusus pada kendaraan agar dapat menggunakan gas alam cair yang dinilai lebih murah dan tersedia dibandingkan bensin maupun solar.
Infrastruktur Pengisian Daya Masih Jadi Kendala
Pertumbuhan penggunaan mobil listrik di Rusia masih menghadapi tantangan dari sisi infrastruktur.
Jumlah stasiun pengisian daya tercatat meningkat 20 persen dalam setahun hingga Juli 2026, berdasarkan data layanan peta digital 2GIS.
Namun, bagi sebagian pemilik kendaraan listrik, proses pengisian daya di kota-kota besar masih menjadi persoalan.
Vasiliy, seorang pelanggan yang ditemui di diler, mengaku tidak mengalami masalah karena telah membeli mobil hybrid dan kendaraan listrik sebelum lonjakan permintaan terjadi.
“Terutama dalam situasi saat ini, saya sama sekali tidak mengalami masalah,” ujarnya.
Meski demikian, Vasiliy memperkirakan lonjakan minat masyarakat terhadap mobil listrik tidak akan berlangsung lama.
Ia mengaku lebih mudah menggunakan kendaraan listrik karena tinggal di rumah pribadi di kawasan pedesaan dan telah memiliki fasilitas pengisian daya.
“Saya tinggal di rumah pribadi di pedesaan. Saya sudah memasang stasiun pengisian daya sendiri dan mengisi di rumah,” kata Vasiliy.
Namun, kondisi berbeda dihadapi pengguna kendaraan listrik yang tinggal di kawasan perkotaan.
“Di Moskow, itu masalah nyata untuk mengisi daya dengan benar,” ujarnya.
