Penulis : Redaksi

Muaro Jambi – Semangat menjaga marwah adat dan memperkuat jati diri Melayu kembali bergema di Bumi Sailun Salimbai. Yayasan Pseko Melayu Jambi resmi mengukuhkan jajaran pengurus masa bakti 2026–2031 dalam prosesi adat yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

Pengukuhan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno, S.P., M.M., M.Si., bersama unsur Forkopimda, tokoh adat, alim ulama, cerdik pandai, pemuda, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya Melayu Jambi.

Dalam sambutannya, Bupati Muaro Jambi menegaskan bahwa keberadaan Yayasan Pseko Melayu Jambi memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman yang terus bergerak cepat.

Menurutnya, Muaro Jambi tidak hanya dikenal sebagai daerah yang kaya sejarah dan peradaban, tetapi juga memiliki warisan budaya yang harus dijaga secara bersama-sama. Semangat Sailun Salimbai yang mengandung makna kebersamaan dan persatuan dinilai tetap relevan untuk terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pengukuhan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan amanah besar untuk menjaga warisan leluhur, memperkuat identitas budaya, serta memastikan nilai-nilai adat Melayu tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Bupati juga berharap Yayasan Pseko Melayu Jambi dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai adat, budaya, dan kearifan lokal.

Jaga Marwah Melayu di Tengah Modernisasi

Sementara itu, Pembina Pseko Melayu Jambi Ferry Firdaus menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan baru menjadi titik awal untuk memperkuat peran organisasi dalam menjaga eksistensi budaya Melayu di tengah tantangan modernisasi.

Menurutnya, adat Melayu bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga pedoman hidup yang harus terus dirawat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Adat jangan hanya menjadi cerita di bibir, tetapi harus hidup dalam perilaku, pendidikan, dan kehidupan masyarakat. Pseko Melayu Jambi hadir untuk menjaga marwah budaya, merawat pusaka nilai-nilai leluhur, serta menjadi jembatan bagi generasi muda agar tetap mengenal akar budayanya. Sebagaimana petuah Melayu mengatakan, ‘Tak lapuk dek hujan, tak lekang dek panas’, adat dan budaya harus tetap tegak sepanjang zaman,” tegas Ferry Firdaus.

Fokus pada Pembinaan Generasi Muda

Di kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pseko Melayu Jambi Andri Darmansyah, S.Pt. mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga warisan budaya Melayu sebagai identitas daerah yang tidak ternilai harganya.

Ia menuturkan bahwa yayasan yang dipimpinnya akan berfokus pada program pelestarian adat, pembinaan generasi muda, penguatan literasi budaya, serta pengembangan berbagai kegiatan yang bertujuan mengangkat kembali kejayaan budaya Melayu Jambi.

“Pseko Melayu Jambi bukan milik pengurus semata, tetapi rumah besar bagi seluruh masyarakat Melayu. Kami ingin membangun gerakan bersama untuk menjaga adat, melestarikan budaya, dan menanamkan rasa bangga terhadap identitas Melayu kepada generasi muda. Sebab dalam adat Melayu diajarkan bahwa ‘adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah’, yang menjadi landasan dalam menjaga keharmonisan dan peradaban masyarakat,” ujar Andri Darmansyah.

Simbol Amanah Menjaga Warisan Leluhur

Prosesi pengukuhan berlangsung dengan penuh khidmat, ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan kepengurusan, pengambilan sumpah dan janji pengurus, serta penyerahan pataka Yayasan Pseko Melayu Jambi sebagai simbol amanah dan tanggung jawab dalam menjaga marwah adat Melayu.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru ini, Yayasan Pseko Melayu Jambi diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melestarikan adat dan budaya Melayu, sekaligus menjadi wadah pemersatu masyarakat dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan generasi masa depan.