Jakarta – PT Pindad kembali menunjukkan inovasinya di luar sektor alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan menghadirkan kendaraan listrik roda tiga bernama Electric Pedicab atau becak listrik.
Produk terbaru ini merupakan hasil pengembangan dari becak konvensional yang dipadukan dengan teknologi motor listrik. Kehadiran becak listrik tersebut disebut sebagai bagian dari upaya mendukung modernisasi kendaraan komersial sekaligus memperkuat ekosistem transportasi ramah lingkungan di Indonesia.
“Ini adalah kendaraan kecil roda tiga dengan penggerak motor elektrik. Produk ini juga pengembangan becak konvensional yang dikayuh pengemudi seperti pengoperasian sepeda,” tulis Pindad melalui akun Instagram resminya.
Pindad juga menyebut pengembangan kendaraan ini dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka modernisasi moda transportasi komersial.
Selain mengedepankan aspek ramah lingkungan, becak listrik buatan Pindad telah dilengkapi sejumlah fitur modern. Kendaraan ini menggunakan digital speedometer, lampu depan, lampu belakang, lampu sein, tuas rem pada setang, serta rem cakram untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna.
Fitur lainnya mencakup pedal kayuh, charging port, jok penumpang, hingga pelindung atau cover yang berfungsi melindungi penumpang dari hujan.
Dari sisi kemampuan angkut, becak listrik ini mampu membawa beban hingga 210 kilogram, termasuk pengemudi.
Kendaraan tersebut juga dibekali sistem suspensi dan teknologi electric pedal assist, yaitu motor listrik yang memberikan tambahan tenaga saat pengemudi mengayuh.
Pindad mengklaim becak listrik ini mampu mencapai kecepatan hingga 15 kilometer per jam.
Produksi becak listrik tersebut telah berjalan dan sebagian unit telah disalurkan sebagai bantuan Presiden kepada masyarakat di sejumlah daerah, termasuk Gresik dan Madiun pada Februari 2026.
Hingga saat ini, sebanyak 7.100 unit becak listrik produksi Pindad telah didistribusikan di berbagai wilayah di Pulau Jawa.
