Penulis : Redaksi

JAKARTA – Ruben Amorim mengawali kiprahnya sebagai pelatih AC Milan dengan sempurna. Dua kemenangan dalam dua pertandingan Serie A 2026/2027 membuatnya kini berpeluang mencatatkan prestasi langka yang terakhir dilakukan pelatih Milan pada 1958.

Milan mengawali musim dengan kemenangan 2-1 atas Torino, kemudian mengalahkan Venezia 2-0 di San Siro. Hasil tersebut membuat Rossoneri mengoleksi enam poin dari dua pertandingan.

Jika mampu membawa Milan menang atas Juventus pada pekan ketiga, Amorim akan menjadi pelatih Milan pertama sejak Luigi Bonizzoni pada 1958 yang memenangkan tiga pertandingan Serie A pertamanya bersama klub.

Catatan tersebut sebelumnya hanya pernah dibuat tiga pelatih Milan, yakni Mario Sperone pada 1952, Gipo Viani pada 1956, dan Luigi Bonizzoni pada 1958. Artinya, Amorim berpeluang mengakhiri penantian selama 68 tahun.

Amorim Bisa Lewati Catatan Pelatih Besar Milan

Peluang tersebut semakin menarik karena sejumlah pelatih besar Milan tidak pernah mencatatkan tiga kemenangan dalam tiga pertandingan Serie A pertama mereka.

Arrigo Sacchi, misalnya, mengalami kekalahan pada pertandingan kedua ketika memulai kiprahnya di Milan pada 1987. Fabio Capello hanya mampu bermain imbang melawan Juventus pada pertandingan ketiga pada 1991.

Sementara itu, Carlo Ancelotti mengawali masa kepelatihannya di Milan pada pertengahan musim 2001 dan pertandingan pertamanya berakhir dengan skor 0-0 melawan Piacenza.

Dengan demikian, kemenangan atas Juventus bukan sekadar menjaga start sempurna Milan. Hasil tersebut juga akan menempatkan Amorim dalam catatan khusus sejarah klub.

Juventus Jadi Ujian Terberat Amorim

Tantangan Amorim berikutnya tidak mudah. Milan harus bertandang ke markas Juventus di Allianz Stadium pada Minggu (6/9) waktu setempat atau Senin (7/9) dini hari WIB.

Juventus juga mengawali musim dengan dua kemenangan. Bianconeri mengalahkan Frosinone 1-0 dan Parma 2-0 tanpa kebobolan.

Kedua tim sama-sama mengoleksi enam poin setelah dua pertandingan. Karena itu, duel Juventus vs Milan menjadi salah satu pertandingan utama pada pekan ketiga Serie A 2026/2027.

Bagi Amorim, pertandingan tersebut menjadi ujian besar untuk melihat sejauh mana Milan mampu mempertahankan konsistensi setelah meraih dua kemenangan di awal musim.

Amorim Tekankan Fokus di Setiap Pertandingan

Amorim menilai Milan harus menjaga stabilitas dan memastikan seluruh pemain siap terlibat sepanjang musim. Padatnya jadwal Serie A dan kompetisi Eropa membuat rotasi pemain menjadi bagian penting dari rencana tim.

“Kita perlu memberikan stabilitas pada tim dan mengembangkan cara bermain yang memungkinkan setiap orang terlibat sepanjang musim. Kami selalu ingin kompetitif, baik di Serie A maupun di Eropa.” kata Amorim dikutip dari Sportbible.

Pelatih asal Portugal itu juga mengingatkan para pemainnya agar tidak kehilangan fokus ketika menghadapi lawan mana pun.

“Kita harus menghadapi setiap pertandingan seolah-olah lawan kita berikutnya adalah tim terbaik di dunia. Jika kita tetap fokus, kita bisa mengalahkan siapa pun. Jika tidak, kita bahkan bisa kalah dari tim Serie B,” ucap Amorim menambahkan.

Pernyataan tersebut sejalan dengan pendekatan Amorim yang menekankan konsentrasi dan kerendahan hati dalam menghadapi setiap pertandingan. Dalam konferensi persnya, ia juga menekankan bahwa Milan harus memiliki tingkat fokus yang sama terhadap setiap lawan.

Jika mampu mengalahkan Juventus, Amorim tidak hanya mempertahankan rekor sempurna Milan pada awal musim. Ia juga akan mencatatkan namanya sebagai pelatih Rossoneri pertama dalam 68 tahun yang memenangkan tiga laga Serie A pertamanya.