PRINGSEWU – Hujan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Tanggamus, Sabtu (5/9/2026).
Abu bahkan dilaporkan masuk hingga ke dalam rumah dan mengganggu pernapasan serta menyebabkan mata perih.
Paulus, seorang warga di wilayah terdampak mengatakan abu vulkanik terasa cukup mengganggu, terutama ketika angin mengarah ke permukiman.
“Abunya kotor, sampai masuk rumah. Kalau tidak pakai masker sesak. Kalau masuk mata juga perih,” katanya saat dikonfirmasi.
Ia mengatakan, kondisi tersebut jarang terjadi sebelumnya. Namun, kali ini abu terbawa angin hingga ke wilayah tempat tinggalnya.
“Abunya kebetulan anginnya ke sini. Biasanya nggak pernah sampai,” ujarnya.
Menurutnya, hujan abu cukup mengganggu aktivitas warga. Ia berharap aktivitas Gunung Anak Krakatau segera mereda dan tidak berkembang menjadi letusan yang lebih kuat.
“Harapannya erupsi segera berhenti dan tidak terjadi letusan yang lebih kuat. Yang cukup parah itu Lampung Selatan,” katanya.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Pringsewu meminta masyarakat tetap waspada meski hingga kini arah angin belum mengarah ke wilayah Pringsewu.
BPBD mengingatkan kondisi cuaca dan arah angin dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik, tetapi juga tidak lengah.
Jika hujan abu terjadi, warga diimbau menggunakan masker saat berada di luar ruangan dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Mata juga perlu dilindungi dari paparan abu vulkanik.
Pintu dan jendela rumah sebaiknya segera ditutup untuk mencegah abu masuk ke dalam ruangan.
Lebih lanjut, masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari BPBD dan instansi terkait serta tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Bagi warga yang mengalami sesak napas, iritasi mata, atau gangguan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik, BPBD mengimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Di tengah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dan potensi perubahan arah angin, kewaspadaan menjadi langkah penting.
Jangan panik. Jangan lengah. Tetap waspada.
(Garuda Sirait).
