Penulis : Redaksi

Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 8,98 juta kunjungan sepanjang Januari-Juli 2026. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi sejak 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan jumlah kunjungan kumulatif tersebut meningkat 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 8,53 juta kunjungan.

“Capaian kunjungan wisman Januari sampai Juli 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak 2020,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Selasa (1/9).

BPS mencatat khusus Juli 2026, kunjungan wisman mencapai 1,53 juta kunjungan, naik 2,95 persen secara tahunan.

Kunjungan Wisman Meningkat sejak April

Jumlah kunjungan wisman berfluktuasi sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Pada Januari tercatat 1,19 juta kunjungan. Angka tersebut kemudian turun menjadi 1,16 juta kunjungan pada Februari dan kembali turun menjadi 1,09 juta kunjungan pada Maret.

Tren kembali meningkat mulai April. Kunjungan wisman tercatat 1,25 juta pada April, kemudian naik menjadi 1,38 juta pada Mei dan 1,39 juta pada Juni.

Pada Juli, jumlah kunjungan wisman mencapai 1,53 juta.

Secara tahunan, BPS mencatat kunjungan wisman pada Juli 2026 meningkat 2,95 persen.

Mayoritas Wisman Masuk Lewat Jalur Udara

Berdasarkan pintu masuk, kunjungan wisman pada Juli 2026 mencapai sekitar 1,36 juta melalui pintu masuk utama dan 162,23 ribu melalui pintu masuk perbatasan.

Dari pintu masuk utama, moda angkutan udara menjadi pilihan terbesar dengan kontribusi 83,04 persen.

Sementara itu, wisman yang menggunakan moda angkutan laut menyumbang 13,42 persen dan moda angkutan darat sebesar 3,54 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan jalur udara masih menjadi akses utama wisatawan mancanegara untuk masuk ke Indonesia.

Malaysia Jadi Sumber Wisman Terbesar

Berdasarkan negara asal, kunjungan wisman ke Indonesia pada Juli 2026 didominasi pemegang paspor Malaysia.

Wisman asal Malaysia tercatat sebanyak 228,71 ribu kunjungan atau sekitar 15 persen dari total kunjungan.

Australia berada di posisi berikutnya dengan 188,25 ribu kunjungan atau 12,34 persen.

Kemudian China mencatat 156,75 ribu kunjungan atau 10,28 persen, disusul Singapura dengan 117,28 ribu kunjungan atau 7,69 persen.

Perjalanan Wisnus Juga Cetak Rekor

Selain wisatawan mancanegara, BPS mencatat peningkatan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus).

Sepanjang Januari-Juli 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 737,85 juta perjalanan. Angka tersebut naik 3,34 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 713,98 juta perjalanan.

“Capaian kunjungan wisnus Januari sampai Juli 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak 2019 atau sebelum terjadinya kondisi pandemi Covid-19,” tegas Ateng.

Untuk Juli 2026 saja, jumlah perjalanan wisnus mencapai 107,44 juta perjalanan. Angka tersebut naik 0,23 persen dibandingkan Juni 2026 dan meningkat 7,23 persen dibandingkan Juli 2025. Data BPS juga mengonfirmasi jumlah perjalanan wisnus Juli 2026 sebesar 107,44 juta.

Capaian tersebut menunjukkan aktivitas perjalanan wisata domestik maupun kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pada 2026.