Penulis : Redaksi

Jakarta — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berencana meningkatkan target penerima program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menjadi 400 hingga 500 ribu rumah tangga pada 2027.

Rencana tersebut disampaikan Bahlil saat memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL) Kementerian ESDM 2027 dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Senin (31/8).

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan anggaran Rp593,18 miliar untuk program BPBL dan konsultan pengawas bagi 250 ribu rumah tangga. Namun, Bahlil mengatakan target penerima akan ditingkatkan.

“BPBL serta konsultan pengawas untuk 250 ribu rumah tangga (kami siapkan anggaran) sebesar Rp593,18 miliar, tapi saya tadi baru habis kasih arahan untuk BPBL-nya dinaikkan menjadi 400 sampai 500 ribu rumah tangga,” ujar Bahlil.

Bahlil Minta DPR Usulkan Daerah yang Belum Berlistrik

Menurut Bahlil, perluasan program BPBL merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik dapat segera menikmati layanan kelistrikan.

Ia juga meminta anggota Komisi XII DPR RI memberikan masukan mengenai daerah-daerah yang masih belum teraliri listrik untuk menjadi sasaran program.

“Saya mohon karena Bapak-bapak yang tahu paling tahu konstituen Bapak-bapak, ini kan kita mau bikin keadilan sosial, maka kita minta masukan kira-kira daerah-daerah mana yang belum ada listriknya kita pasangin semua agar rakyat punya hak untuk bisa diterangi,” jelasnya.

Masukan dari anggota DPR tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah menentukan wilayah yang masih membutuhkan akses listrik melalui program BPBL.

Infrastruktur Listrik Desa Dapat Anggaran Rp9,67 Triliun

Selain BPBL, pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp9,67 triliun untuk pembangunan infrastruktur Listrik Desa (Lisdes) pada 2027-2028.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan di 1.250 lokasi dan termasuk untuk kebutuhan konsultan pengawas.

“Anggaran infrastruktur Lisdes untuk tahun anggaran 2027-2028 serta konsultan pengawas untuk 1.250 lokasi sebesar Rp9 triliun 672,91 miliar,” pungkas Bahlil.

Anggaran Kementerian ESDM 2027 Capai Rp27,37 Triliun

Pada 2027, total anggaran Kementerian ESDM ditetapkan sebesar Rp27,37 triliun.

Dari jumlah tersebut, 82 persen atau Rp22,51 triliun dialokasikan untuk program kerakyatan. Kemudian, 5 persen atau Rp1,31 triliun digunakan untuk kegiatan publik nonfisik, sedangkan sisanya sebesar 12 persen dialokasikan untuk belanja operasional.

Rencana peningkatan target BPBL menjadi 400 hingga 500 ribu rumah tangga menjadi salah satu bagian dari agenda Kementerian ESDM dalam memperluas akses masyarakat terhadap listrik pada 2027.