JAKARTA – Calon senator Amerika Serikat dari Partai Demokrat di Michigan, Abdul El-Sayed, membalas pernyataan Presiden Donald Trump setelah dirinya disebut sebagai komunis dan tukang bual.
El-Sayed menyampaikan respons tersebut dalam wawancara dengan James Matthews di Sky News. Pernyataannya muncul setelah Trump melontarkan serangan terhadap dirinya dalam pidato politik.
“At least I don’t let mine go in the middle of the Oval Office,” kata El-Sayed dalam wawancara tersebut.
Pernyataan itu merupakan respons terhadap ucapan kasar Trump yang menyebut El-Sayed sebagai “full of shit” atau tukang bual.
Komentar El-Sayed tersebut kemudian dikaitkan dengan lelucon mengenai klaim bahwa Trump pernah buang air besar di celana. Klaim tersebut tidak menjadi fakta yang terkonfirmasi dalam laporan ini.
Trump Sebut El-Sayed Komunis
Serangan Trump terhadap El-Sayed muncul setelah politikus Demokrat tersebut memenangkan pemilihan umum pendahuluan (primary election) Partai Demokrat di Michigan.
Dalam pidatonya, Trump menyebut El-Sayed sebagai komunis dan mengkritik gagasan politik yang menurutnya akan membawa Amerika Serikat menuju komunisme.
“Mereka ingin kembali ke titik terendah. Itulah komunisme. Mereka ingin negara ini menjadi negara komunis,” kata Trump.
Dia kemudian melanjutkan:
“Kami tidak akan membiarkan mereka mewujudkannya sebagai negara komunis. Bahkan untuk sesaat pun tidak.”
Trump belakangan menggunakan label “komunis” untuk menyerang sejumlah politikus Demokrat menjelang pemilihan sela Amerika Serikat.
Abdul El-Sayed Menang Primary Demokrat Michigan
El-Sayed berhasil memenangkan primary election Partai Demokrat di Michigan dan mengalahkan lawannya dari kelompok moderat, Haley Stevens.
Kemenangan tersebut membuat El-Sayed menjadi kandidat Demokrat untuk pemilihan Senat AS di Michigan. Dalam pemilihan umum November mendatang, ia akan menghadapi kandidat Partai Republik Mike Rogers.
El-Sayed merupakan seorang epidemiolog dan dikenal membawa agenda progresif dalam kampanyenya. Ia juga menyatakan dirinya seorang kapitalis yang ingin sistem kapitalisme bekerja lebih baik.
Jika memenangkan pemilihan umum tersebut, El-Sayed berpeluang menjadi senator Muslim pertama dalam sejarah Amerika Serikat.
Trump dan El-Sayed Berhadapan di Pilpres?
Persaingan antara Trump dan El-Sayed bukan merupakan pertarungan langsung untuk jabatan presiden. Trump saat ini menjabat sebagai presiden Amerika Serikat, sedangkan El-Sayed merupakan kandidat Partai Demokrat untuk kursi Senat dari Michigan.
Namun, serangan Trump terhadap El-Sayed menunjukkan bahwa persaingan politik di Michigan mulai menjadi bagian dari pertarungan nasional Partai Republik dan Demokrat menjelang pemilihan sela.
Trump juga sebelumnya mengkritik El-Sayed dengan menggunakan nama lengkapnya dan menyebutnya sebagai kandidat yang sangat radikal. El-Sayed menilai serangan tersebut merupakan upaya untuk menggambarkan dirinya sebagai sosok tertentu berdasarkan namanya.
Sementara itu, El-Sayed menekankan sejumlah isu seperti biaya hidup, layanan kesehatan, lingkungan, serta akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar sebagai bagian dari agenda politiknya.
