Penulis : Redaksi

Jambi, 27 Juli–1 Agustus 2026 — Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) kembali melaksanakan Halal Bi Halal sebagai agenda tahunan organisasi, yang dipusatkan di BPSDM Provinsi Jambi. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 delegasi mahasiswa Papua dari berbagai provinsi di Sumatera sebagai ruang silaturahmi, refleksi, dan penguatan persaudaraan lintas organisasi.

Himpunan Mahasiswa Papua Jambi (HMPJ) dipercaya sebagai tuan rumah sekaligus pelaksana kegiatan. Amanah tersebut menjadi bentuk kepercayaan KOMPASS kepada HMPJ untuk menghadirkan kegiatan yang bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi menjadi ruang mempertemukan hati, gagasan, dan semangat mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di berbagai wilayah Sumatera.

Dalam perspektif mahasiswa Papua di perantauan, Halal Bi Halal bukan hanya tentang saling berjabat tangan setelah hari raya. Ia adalah ruang untuk menghapus jarak, merawat hubungan, dan mengembalikan persaudaraan kepada tempatnya: hati manusia.

Ustaz Muhammad Mahmud, Lc. dalam penyampaiannya menjelaskan bahwa istilah Halal Bi Halal berkaitan dengan tradisi saling memaafkan atas kesalahan yang pernah terjadi untuk mempererat tali persaudaraan umat manusia.

“Halal Bi Halal adalah momentum untuk saling memaafkan dari segala kesalahan dan mempererat tali persaudaraan umat manusia.”

Sementara itu, Tarnus Wenda, S.Kom., Ketua Pelaksana Halal Bi Halal KOMPASS 2026, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada HMPJ untuk menjadi tuan rumah. Ia menilai tanggung jawab tersebut merupakan kesempatan bagi kader untuk belajar mengelola kegiatan, membangun kerja sama, sekaligus memperkuat solidaritas mahasiswa Papua di Sumatera.

“Bagi kami, menjadi tuan rumah bukan hanya tentang menyelenggarakan sebuah kegiatan, tetapi tentang belajar melayani, membangun kebersamaan, dan membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan dapat dijawab dengan kerja nyata.”

Rosita Yikwa, Ketua HMPJ, juga menyampaikan bahwa Halal Bi Halal KOMPASS menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarmahasiswa Papua yang tersebar di berbagai daerah.

“Kami HMPJ mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Semoga Jambi tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan, tetapi menjadi ruang yang mempertemukan kembali keluarga besar mahasiswa Papua di Sumatera dalam persaudaraan.”

Sementara itu, Anderian Kamo, Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), menegaskan bahwa persaudaraan merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi mahasiswa Papua di tanah rantau.

“Kita boleh berbeda kota, berbeda kampus, berbeda latar belakang, bahkan berbeda cara berpikir. Tetapi perbedaan tidak boleh membuat kita kehilangan rumah persaudaraan. KOMPASS hadir untuk mempertemukan perbedaan menjadi kekuatan.”

Menurut Kamo, Halal Bi Halal harus dimaknai lebih jauh sebagai momentum melakukan refleksi organisasi. Kesalahan masa lalu tidak seharusnya menjadi tembok yang memisahkan, melainkan menjadi pelajaran untuk membangun hubungan yang lebih dewasa.

“Memaafkan bukan berarti melupakan. Memaafkan adalah keberanian untuk tidak membiarkan masa lalu menguasai masa depan. Sebab persaudaraan yang kuat bukan persaudaraan tanpa kesalahan, tetapi persaudaraan yang mampu memperbaiki kesalahan bersama.”

KOMPASS berharap Halal Bi Halal 2026 dapat memperkuat komunikasi dan solidaritas antarlembaga mahasiswa Papua di Sumatera serta menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring, dan membangun kolaborasi antardaerah.

Seratus delegasi, berbagai daerah, satu persaudaraan. Dari Aceh hingga Lampung, dari Jambi hingga Sumatera Selatan, mahasiswa Papua membawa satu pesan bahwa jarak geografis tidak boleh menjadi jarak persaudaraan.

“Kita merantau untuk menuntut ilmu, tetapi kita pulang membawa persaudaraan. Sebab sejauh apa pun kaki berjalan, akar persaudaraan tidak boleh kehilangan tanahnya.” (*)