Penulis : Redaksi

JAKARTA – Video makanan yang dipenuhi telur lalat belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Kondisi tersebut tentu membuat banyak orang merasa jijik sekaligus khawatir, terutama jika makanan sempat dikonsumsi.

Kekhawatiran terhadap lalat yang hinggap di makanan bukan tanpa alasan. Lalat dapat berperan sebagai pembawa patogen dan menjadi salah satu hama yang dapat mencemari makanan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memasukkan lalat rumah sebagai salah satu hama yang dapat membawa patogen penyebab penyakit melalui makanan.

Karena itu, makanan sebaiknya dijaga tetap tertutup dan lalat dicegah mendekati area pengolahan maupun penyimpanan makanan.

Telur lalat juga berukuran kecil sehingga dapat sulit terlihat. Jika makanan sudah menunjukkan tanda kontaminasi, langkah paling aman adalah tidak mengonsumsinya.

Bahaya Telur Lalat Jika Termakan

Telur atau larva lalat yang tertelan dapat, dalam kondisi tertentu, berkaitan dengan intestinal myiasis, yaitu infestasi larva lalat di saluran pencernaan. Namun, kondisi tersebut tergolong jarang dan tidak setiap larva lalat yang tertelan akan berkembang menjadi infestasi. CDC mencatat sebagian larva lalat yang tidak sengaja tertelan bersama makanan tidak dapat bertahan hidup di saluran pencernaan.

Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah kontaminasi mikroorganisme. Lalat dapat berpindah dari lingkungan yang kotor ke makanan sehingga berpotensi membawa patogen.

FDA mengategorikan lalat rumah sebagai salah satu hama yang dapat menjadi vektor patogen yang ditularkan melalui makanan.

Karena itu, mencegah lalat menyentuh makanan menjadi bagian penting dari menjaga keamanan pangan.

Cara Mengusir Lalat dari Rumah

Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi keberadaan lalat di sekitar rumah. Selain menggunakan perangkap, kebersihan lingkungan dan penyimpanan makanan yang tepat juga penting.

1. Buat Perangkap dari Cuka Apel

Cuka apel dapat digunakan sebagai bahan perangkap lalat.

Caranya, masukkan beberapa sendok makan cuka apel ke dalam mangkuk, kemudian tambahkan satu sendok makan gula dan beberapa tetes sabun cuci piring.

Aroma cuka dan gula dapat menarik lalat mendekat. Sabun cuci piring membantu mengurangi tegangan permukaan cairan sehingga lalat yang masuk ke dalam campuran lebih sulit keluar.

Letakkan perangkap di area yang banyak didatangi lalat, tetapi jauhkan dari makanan yang akan dikonsumsi.

2. Manfaatkan Buah yang Sudah Busuk sebagai Perangkap

Buah yang mulai membusuk dapat dimanfaatkan sebagai umpan perangkap.

Masukkan potongan buah ke dalam toples, kemudian tutup menggunakan plastik yang diberi beberapa lubang kecil.

Lalat dapat masuk melalui lubang karena tertarik aroma buah, tetapi akan lebih sulit keluar dari wadah.

Setelah perangkap digunakan, segera tutup dan buang isinya dengan benar. Jangan menjadikan buah busuk sebagai sumber makanan yang dibiarkan terbuka di dalam rumah karena justru dapat menarik lebih banyak lalat.

3. Gunakan Aroma yang Tidak Disukai Lalat

Beberapa tanaman dan aroma tertentu kerap digunakan untuk membantu mengurangi keberadaan lalat, seperti kemangi, mint, lavender, cengkeh, dan kayu manis.

Tanaman tersebut dapat ditempatkan di sekitar rumah. Produk pewangi atau minyak esensial dengan aroma tertentu juga dapat digunakan sesuai petunjuk pemakaian.

Namun, metode berbasis aroma sebaiknya dipandang sebagai langkah tambahan, bukan pengganti kebersihan dan pengelolaan sumber makanan yang menarik lalat.

4. Jangan Biarkan Makanan Terbuka

Salah satu cara paling penting untuk mencegah lalat mendekati makanan adalah menutup makanan setelah disajikan.

Simpan makanan dalam wadah tertutup dan bersihkan tumpahan makanan atau minuman sesegera mungkin.

FDA juga menyarankan makanan disimpan dalam wadah tertutup atau kantong penyimpanan yang tersegel sebagai bagian dari praktik menjaga keamanan pangan.

5. Bersihkan Sumber yang Menarik Lalat

Jangan hanya mengusir lalat yang terlihat. Sumber yang menarik lalat juga perlu dibersihkan.

Sisa makanan, sampah, buah yang membusuk, dan tumpahan makanan dapat menjadi pemicu datangnya lalat. Membersihkan area dapur dan membuang sampah secara rutin dapat membantu mengurangi keberadaan lalat.

Bagaimana Jika Lalat Sudah Hinggap di Makanan?

Pertanyaan ini sering muncul ketika lalat sempat hinggap di makanan.

Lalat tidak memiliki gigi seperti manusia. Serangga tersebut menggunakan cairan pencernaan untuk membantu melunakkan makanan sebelum mengonsumsinya. Lalat juga memiliki reseptor pengecap pada bagian tubuhnya, termasuk kaki.

Namun, persoalan utama dari lalat pada makanan bukan sekadar proses makannya. Lalat dapat membawa mikroorganisme dari lingkungan yang sebelumnya didatanginya.

FDA menggolongkan lalat rumah sebagai salah satu hama yang dapat menjadi pembawa patogen makanan. Karena itu, keberadaan lalat pada makanan perlu dipertimbangkan sebagai potensi kontaminasi.

Jika makanan terlihat telah dipenuhi telur atau larva lalat, makanan tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi dan dibuang.

FDA juga menekankan bahwa makanan yang telah terkontaminasi perlu ditangani dan dibuang dengan cara yang mencegahnya kembali dikonsumsi.

Untuk makanan yang hanya diketahui sempat dihinggapi lalat, tingkat risikonya dapat berbeda bergantung pada jenis makanan, kondisi penyimpanan, serta durasi paparan. Karena itu, tidak tepat menyatakan bahwa makanan pasti aman hanya karena lalat hinggap dalam waktu singkat.

Prinsip yang paling aman adalah mencegah lalat menyentuh makanan sejak awal dengan menjaga makanan tetap tertutup, membersihkan area dapur, serta segera membuang makanan yang jelas menunjukkan tanda kontaminasi.