Setidaknya 21 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda wilayah selatan dan tengah China pada Selasa (19/5).
Selain korban jiwa, sejumlah warga lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang akibat bencana tersebut.
Rekaman di lokasi kejadian memperlihatkan tim penyelamat mengevakuasi warga lanjut usia yang terjebak banjir di wilayah Changming, Provinsi Guizhou.
Pihak berwenang China menyatakan telah mengalokasikan dana bantuan bencana dan penanganan darurat sebesar US$22,04 juta atau sekitar Rp400 miliar untuk wilayah terdampak banjir.
Sementara itu, Badan Meteorologi China memperingatkan sejumlah wilayah masih menghadapi risiko tinggi banjir dan tanah longsor akibat hujan deras yang terus mengguyur.
Daerah yang masuk dalam peringatan tersebut meliputi Jiangxi, Anhui, Hunan, Hubei, Guizhou, Guangxi, Guangdong, dan Hainan.
