Penulis : Redaksi

JAKARTA – Antusiasme terhadap pemesanan awal atau pre-order Grand Theft Auto VI (GTA VI) mendapat respons luar biasa dari pasar. CEO Take-Two Interactive Strauss Zelnick menyebut tingkat pre-order gim tersebut belum pernah terjadi sebelumnya.

Respons tersebut datang hanya beberapa hari setelah Rockstar Games membuka pre-order GTA VI pada 25 Juni 2026.

Dalam laporan keuangan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, Take-Two Interactive membukukan net bookings sebesar US$1,39 miliar atau sekitar Rp24,74 triliun, dengan asumsi kurs US$1=Rp17.801.

Namun, angka US$1,39 miliar tersebut merupakan total net bookings Take-Two, bukan nilai pre-order GTA VI secara khusus. Perusahaan tidak mengungkapkan nominal pre-order GTA VI secara terpisah. Net bookings Take-Two pada kuartal tersebut turun 3 persen dibandingkan US$1,42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski begitu, GTA VI menjadi salah satu pendorong perhatian pasar terhadap kinerja Take-Two. Dalam konferensi setelah laporan keuangan, Zelnick secara terbuka mengakui respons terhadap pembukaan pre-order GTA VI sangat besar.

“Tingkat pre-order ini sangat belum pernah terjadi sebelumnya dan mencengangkan, dan kami sangat berterima kasih untuk itu,” ungkap Zelnick.

Zelnick tetap berhati-hati dan belum ingin menganggap hasil tersebut sebagai kemenangan sebelum GTA VI resmi dirilis ke publik. Pre-order dapat dibatalkan, sehingga performa penjualan final baru akan terlihat setelah gim diluncurkan.

Pre-Order GTA VI Dibuka 25 Juni

Pemesanan awal GTA VI resmi dibuka pada 25 Juni 2026, setelah Rockstar Games mengumumkan harga gim tersebut sehari sebelumnya. Rockstar mengonfirmasi GTA VI akan dirilis pada 19 November 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S.

Edisi standar GTA VI dibanderol US$79,99, baik dalam format digital maupun versi fisik yang berisi kode. Sementara itu, Ultimate Edition dipatok US$99,99 dan menyertakan koleksi kendaraan, senjata, pakaian, serta konten eksklusif lainnya.

Pembukaan pre-order tersebut hanya berlangsung selama lima hari sebelum akhir periode laporan keuangan Take-Two pada 30 Juni 2026. Meski demikian, perusahaan menyebut respons awal terhadap GTA VI sangat kuat.

Take-Two juga mempertahankan proyeksi net bookings untuk tahun fiskal 2027 di kisaran US$8,0 miliar hingga US$8,2 miliar. Target tersebut sebelumnya telah dikaitkan dengan peluncuran GTA VI pada 19 November 2026.

Kinerja Take-Two di Tengah Antusiasme GTA VI

Di balik antusiasme terhadap GTA VI, kinerja Take-Two pada kuartal tersebut menunjukkan penurunan net bookings sebesar 3 persen secara tahunan, dari US$1,42 miliar menjadi US$1,39 miliar. Perusahaan juga mencatat kerugian bersih sebesar US$34,1 juta, lebih besar dibandingkan kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, manajemen Take-Two tetap mempertahankan keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Performa sejumlah lini produk, termasuk NBA 2K dan waralaba Grand Theft Auto, turut menjadi bagian dari kinerja perusahaan pada periode tersebut. Laporan terbaru menunjukkan net bookings NBA 2K meningkat 7 persen, sedangkan Grand Theft Auto meningkat 3 persen.

Take-Two tetap menjadikan GTA VI sebagai salah satu pendorong utama kinerja tahun fiskal 2027. Peluncuran gim tersebut dijadwalkan pada 19 November 2026 setelah sebelumnya mengalami perubahan jadwal.

GTA VI Akan Dapat Extended Look di Netflix

Antusiasme terhadap GTA VI juga akan kembali mendapat dorongan menjelang akhir Agustus.

Rockstar Games telah mengumumkan “Grand Theft Auto VI: An Extended Look” yang akan tayang perdana di Netflix pada 27 Agustus 2026. Materi tersebut juga akan tersedia melalui kanal YouTube Rockstar Games dan situs resmi GTA VI setelah penayangan perdana di Netflix.

GTA VI sendiri dijadwalkan meluncur secara global pada 19 November 2026. Dengan pre-order yang telah dibuka dan peluncuran yang semakin dekat, perhatian terhadap performa komersial gim tersebut diperkirakan tetap tinggi.