JAKARTA – Aktris Amanda Manopo mengungkapkan alasan awal dirinya memecat mantan staf yang kini diduga terlibat dalam kasus penggelapan dana. Menurut Amanda, keputusan tersebut bermula setelah ia mengetahui dirinya diduga menjadi target praktik ilmu hitam yang dilakukan mantan karyawannya.
Amanda mengaku mengetahui dugaan tersebut dari rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aktivitas tidak biasa di rumahnya.
“Ini agak lucu sih, itu ketahuannya karena dia mendukuni saya dulu. Jadi ada bukti-bukti juga, bukti-bukti otentik yang di mana lewat dari video-video, dari CCTV,” kata Amanda Manopo.
Ia kemudian menjelaskan bahwa rekaman CCTV memperlihatkan sejumlah tindakan yang menurutnya berkaitan dengan praktik perdukunan.
“Dari CCTV rumah ada bukti-buktinya di mana ternyata dia taruh tanah kuburan di rumah saya, dari minuman yang saya minum ternyata itu pun didoa-doain, bahkan kayak apa sih namanya… dupa. Jadi rumah saya didupa-dupain,” lanjutnya.
Diduga Ingin Merusak Hubungan Pribadi
Amanda mengatakan, berdasarkan pengakuan yang diterimanya, tindakan tersebut diduga dilakukan dengan tujuan merusak hubungan asmaranya dengan pria yang kini menjadi suaminya, Kenny Austin.
“Waktu itu saya memang ada punya hubungan sama suami saya sekarang. Dia tuh ingin memecahin dan waktu itu saya tanya, dia melakukan itu karena memang ada niatan yang ingin memecahkan,” ujarnya.
Amanda mengaku selama ini memilih diam ketika menghadapi berbagai persoalan. Namun, kini ia memutuskan mengambil langkah tegas karena merasa persoalan tersebut sudah menyangkut keluarganya.
“Pokoknya mungkin kalau dulu-dulu saya disenggol, saya diomongin apa segala macam saya diam. Tapi kalau sekarang kalau sudah bawa anak, mungkin sekarang sudah enggak bisa diam,” tegasnya.
Audit Ungkap Dugaan Penggelapan Dana
Setelah memberhentikan mantan staf tersebut, Amanda mengaku menemukan sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan keuangan.
Ia kemudian melakukan audit internal yang disebut mengungkap dugaan penggelapan dana selama delapan bulan masa kerja terduga pelaku.
Amanda menyebut total kerugian yang dialaminya diperkirakan mencapai Rp3 miliar.
Menurutnya, dana tersebut diduga digunakan untuk berbagai keperluan pribadi, mulai dari transaksi melalui dompet digital, perjalanan ke luar negeri, hingga biaya hiburan.
“Dia menggunakan lewat jadi ada transaksi GoPay, OVO itu Rp25 juta, terus kayak jalan-jalan ke luar negeri, terus ke kelab-kelab daerah Bali, terus kayak biaya-biaya untuk hal-hal have fun. Bisa dibilang seperti itu,” paparnya.
Kasus Dilaporkan ke Polisi
Atas dugaan kerugian tersebut, Amanda Manopo telah melaporkan kasus itu ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (22/7).
Bersama kuasa hukumnya, Sandy Arifin, Amanda masih melengkapi sejumlah dokumen administratif sebagai penguat laporan.
Rencananya, Laporan Polisi (LP) akan diterbitkan pada Selasa (28/7) dengan melampirkan hasil audit keuangan serta keterangan dari sejumlah saksi.
