Penulis : Redaksi

Jakarta — Pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, mengaku tengah serius mempelajari Bahasa Spanyol untuk mempermudah komunikasi dengan para montir dan kru timnya di ajang Moto3 Junior 2026.

Saat ini, Ramadhipa membela Honda Asia Dream Racing Junior Team dan menunjukkan performa impresif sepanjang musim. Pembalap berusia 16 tahun itu berhasil meraih podium ketiga di Catalunya serta kemenangan di Sirkuit Estoril, Portugal.

Menurut Ramadhipa, keberhasilan di lintasan tidak lepas dari peran penting tim teknis di balik layar. Karena itu, ia berupaya membangun komunikasi yang lebih efektif dengan kru, termasuk mempelajari bahasa yang digunakan mayoritas anggota tim.

“Utamanya memang harus Bahasa Inggris. Tapi selain itu saya juga harus belajar Bahasa Spanyol agar sama-sama paham dengan montir. Ya, sedikit-sedikit bisa,” ujar Ramadhipa dalam konferensi pers virtual, Senin (15/6).

Komunikasi Jadi Kunci Performa

Ramadhipa menilai komunikasi yang baik sangat penting untuk membantu proses pengembangan motor dan strategi balapan.

Hasil gemilang di Estoril menjadi salah satu bukti perkembangan yang terus ditunjukkannya musim ini. Namun, ia menegaskan tidak ingin cepat puas dan bertekad terus meningkatkan performa di setiap seri.

“Kalau target, saya ingin finis di setiap race. Melihat bendera finis itu target utama dan berkembang di balapan demi balapan,” katanya.

Fokus Kumpulkan Data dan Evaluasi

Menurut Ramadhipa, setiap sesi balapan menjadi kesempatan penting untuk mengumpulkan data dan melakukan evaluasi bersama tim.

“Dari setiap sesi itu penting karena harus mengumpulkan data dan perlu improvisasi. Untuk mencapai hasil terbaik tentunya harus ada improvisasi dari motor, mekanik, dan saya sendiri,” ujarnya.

Ia berharap peningkatan performa dapat terus terlihat sepanjang musim sehingga mampu bersaing di papan atas klasemen.

Duduk di Posisi Kedua Klasemen

Kemenangan di Estoril turut mengangkat posisi Ramadhipa di klasemen sementara Moto3 Junior 2026.

Saat ini, pembalap asal Indonesia tersebut berada di peringkat kedua dengan koleksi 51 poin, hanya terpaut tujuh angka dari pemuncak klasemen, Giulio Pugliese dari CFMoto Aspar Junior Team.