Penulis : Redaksi

Ketegangan kembali terjadi saat korban melintas di kawasan depan Pasar TAC Sipin. Mobil disebut memepet kendaraan korban, memotong jalur secara paksa, lalu menghentikan laju motor di tengah jalan. Korban juga mengaku kunci motornya sempat dirampas.

Dalam situasi yang disebut menegangkan itu, pengemudi mobil diduga merekam kejadian menggunakan ponsel. Korban mengaku merasa terintimidasi dan khawatir terhadap keselamatan dirinya serta sang istri. Keributan pun tak terhindarkan hingga terjadi aksi saling dorong yang berujung korban menanduk pengemudi mobil tersebut.

Potongan video saat korban bereaksi kemudian tersebar luas di media sosial tanpa memperlihatkan rangkaian kejadian sebelumnya. Video itu pun memicu berbagai komentar publik yang menyudutkan korban.

Mediasi di Polsek Telanaipura

Karena keributan belum selesai dan kunci motor masih ditahan, korban bersama istrinya kemudian mengajak pengemudi mobil untuk menyelesaikan persoalan di Polsek Telanaipura.

Korban mengaku tiba lebih dahulu di kantor polisi. Namun, ia menilai ada kejanggalan saat pengemudi mobil datang tanpa perempuan yang sebelumnya berada di lokasi kejadian. Pengemudi justru datang bersama seorang pria lain yang mengaku sebagai abang dari pengemudi mobil.

Dalam proses mediasi, korban menyatakan bersedia memberikan biaya pengobatan maupun perbaikan apabila memang terdapat kerugian akibat kontak fisik yang terjadi.

“Saya sudah berinisiatif untuk memberikan uang untuk perbaikan dan pengobatan jika memang ada yang rusak atau sakit saat kontak fisik waktu itu,” lanjutnya.