Jambi – Video amatir yang memperlihatkan keributan antara pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil Honda Brio hitam di kawasan Pasar TAC Sipin, Kota Jambi, viral di media sosial dan menjadi perhatian publik. Rekaman berdurasi singkat itu bahkan sempat ditayangkan salah satu stasiun televisi nasional. Dalam video tersebut, pengendara motor terlihat seolah menjadi pihak yang agresif dan arogan.
Namun, penelusuran fakta di lapangan menghadirkan kronologi berbeda. Di balik potongan video yang beredar, terdapat dugaan aksi pembuntutan, provokasi di jalan raya, hingga tuntutan ganti rugi yang dinilai tidak wajar.
Pengendara motor yang kini menjadi sorotan publik akhirnya angkat bicara untuk meluruskan informasi yang dinilainya telah mencemarkan nama baiknya.
Bermula dari Insiden “Sen Kiri Belok Kanan”
Peristiwa itu disebut terjadi pada Sabtu malam, 18 April 2026, sekitar pukul 23.30 WIB. Korban bersama istrinya baru pulang dari acara Halal bi Halal paguyuban Wisnu Murti.
Di tengah perjalanan, sebuah mobil Honda Brio hitam disebut melakukan manuver yang membahayakan. Mobil tersebut menyalakan lampu sein kiri, namun secara tiba-tiba berbelok ke kanan hingga nyaris menyerempet sepeda motor korban.
“Sempat terjadi adu mulut singkat di lokasi kejadian,” ujar korban pada Benanusa, 21 Mei 2026.
Korban mengaku memilih menghindari konflik dan melanjutkan perjalanan pulang. Ia bahkan sempat menepi di sebuah minimarket untuk beristirahat dan menenangkan diri.
Mengaku Dibuntuti dan Diprovokasi
Menurut penuturan korban, pengemudi Honda Brio tersebut diduga membuntuti dirinya setelah insiden awal terjadi.
