Jakarta — Facebook dan Instagram bakal menerapkan sejumlah pembatasan baru bagi pengguna berusia di bawah 18 tahun. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari kesepakatan Meta untuk menyelesaikan gugatan di Amerika Serikat terkait tuduhan bahwa platformnya membahayakan anak dan remaja.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, pengguna di bawah 18 tahun akan dibatasi menggunakan platform Meta maksimal dua jam per hari. Meta juga akan menerapkan “jam malam” mulai pukul 00.00 hingga 06.00.
Selama jam sekolah, yakni pukul 08.00 hingga 15.00, sebagian notifikasi juga akan dinonaktifkan.
Pengaturan tambahan akan diterapkan secara default pada akun anak-anak. Meta akan menyembunyikan fitur like dan reaksi serta melarang penggunaan filter yang dapat mengubah penampilan.
Pengaturan tersebut ditujukan untuk mengurangi potensi efek perbandingan sosial. Perubahannya hanya dapat dilakukan dengan persetujuan orang tua.
Orang Tua Dapat Notifikasi Aktivitas Anak
Kesepakatan tersebut juga memperluas informasi yang diterima orang tua mengenai aktivitas komunikasi anak.
Orang tua akan mendapatkan notifikasi setiap kali anak menerima atau mengirim pesan dengan orang dewasa. Notifikasi tersebut juga akan disertai informasi mengenai akun orang dewasa yang terlibat dalam percakapan.
Pemberitahuan juga akan diberikan ketika anak mencari kata kunci yang berkaitan dengan bunuh diri, melukai diri sendiri, atau gangguan makan.
Meta juga sepakat meningkatkan teknologi yang digunakan untuk memeriksa usia pengguna anak-anak. Sistem tersebut nantinya akan menjalani audit eksternal secara berkala untuk menilai efektivitas pemantauan usia.
Meta Bayar Penyelesaian hingga US$18 Miliar
Melansir Al Jazeera, Kamis (27/8), perubahan tersebut merupakan bagian dari penyelesaian gugatan yang melibatkan sejumlah negara bagian di Amerika Serikat.
Meta setuju membayar “uang damai” hingga US$18 miliar atau sekitar Rp320 triliun kepada sejumlah negara bagian AS yang menggugat perusahaan tersebut.
Total pembayaran akan dicicil selama 10 tahun. Nilai tersebut relatif kecil dibandingkan pendapatan tahunan Meta pada 2025 yang mencapai US$201 miliar.
Sejauh ini, Meta baru setuju membayar 70 persen dari nilai penyelesaian atau sekitar US$12,7 miliar selama 10 tahun ke depan.
Meta hanya akan membayar sisa pembayaran apabila Snapchat, TikTok, YouTube, serta para pesaingnya juga melakukan langkah serupa dan membayar jumlah yang sama.
Meta juga menyatakan batas penggunaan dapat diturunkan menjadi satu jam per hari apabila platform lain menerapkan kebijakan serupa.
Perubahan Facebook dan Instagram Dilakukan Bertahap
Perubahan pada feed non-personalisasi, langkah-langkah kepatuhan yang lebih luas, serta persyaratan verifikasi usia akan dilakukan secara bertahap dalam waktu satu tahun setelah pengadilan menyetujui kesepakatan tersebut.
Belum dipastikan apakah Meta akan menerapkan kebijakan tersebut di seluruh dunia.
Perusahaan masih menghadapi tekanan regulasi dari negara-negara Uni Eropa dan sejumlah negara lain untuk menerapkan perubahan serupa.
Sebelumnya, Meta menghadapi sejumlah kasus hukum sepanjang tahun ini. Sebagian gugatan menuding perusahaan sengaja merancang platformnya agar bersifat adiktif dan membahayakan anak-anak.
Meta telah kalah dalam dua kasus tersebut dan diwajibkan membayar ganti rugi.
Kesepakatan terbaru ini berpotensi berdampak lebih luas karena sejumlah negara di dunia juga telah mengambil langkah regulasi terhadap Meta dan perusahaan media sosial lainnya.
29 Negara Bagian AS Gugat Meta
Menurut berkas yang diajukan di California, sebanyak 29 negara bagian AS menggugat Meta dengan tuduhan bahwa perusahaan tersebut merancang platform yang “mendorong perilaku adiktif, gagal memverifikasi usia pengguna, mendorong remaja untuk melewati kontrol orang tua, dan tidak cukup melindungi dari konten berbahaya dan/atau sengaja memperkuat konten berbahaya dan eksploitatif”.
Gugatan tersebut juga menuduh Meta melanggar Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak-anak dengan mengumpulkan, menyimpan, dan menggunakan data pribadi anak-anak di bawah usia 13 tahun tanpa persetujuan orang tua yang semestinya.
Meta membantah melakukan kesalahan. Namun, perusahaan tersebut setuju menyelesaikan kasus setelah bukti-bukti menunjukkan bahwa Meta mengetahui produk-produknya membahayakan kesehatan mental anak-anak.
