JAKARTA – Roberto Mancini resmi kembali menangani Timnas Italia dan langsung dihadapkan pada tantangan besar di ajang UEFA Nations League. Turnamen antarnegara Eropa itu akan menjadi ujian awal bagi Mancini untuk mengembalikan performa Gli Azzurri setelah mengalami periode yang sulit.
Meski kerap dianggap sebagai kompetisi pengisi kalender FIFA Matchday, UEFA Nations League memiliki arti penting bagi Italia. Hasil di turnamen ini akan menjadi tolok ukur awal bagi Mancini dalam membangun kembali kepercayaan diri tim sekaligus menjawab kritik terhadap performa Italia dalam beberapa tahun terakhir.
Italia Masuk Grup Berat
Italia tergabung di Grup 1 UEFA Nations League bersama tiga lawan tangguh, yakni Prancis, Belgia, dan Turki.
Ketiga tim tersebut diprediksi akan menjadi ujian serius bagi Mancini dalam meramu strategi dan menentukan komposisi terbaik bagi skuad Azzurri.
Selain menghadapi lawan berkualitas, Italia juga harus menjalani jadwal yang tidak mudah.
Dua Laga Tandang Jadi Tantangan
Italia akan memulai perjuangannya dengan menjamu Belgia di Stadion Olimpico, Roma, yang menjadi satu-satunya laga kandang pada rangkaian pertandingan awal.
Setelah itu, Italia harus melakoni dua laga tandang berturut-turut menghadapi Turki dan Prancis.
Jadwal tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri karena laga tandang kerap memberikan tekanan lebih besar, terutama saat menghadapi tim-tim yang memiliki kualitas setara.
Target Lolos ke Semifinal
Persaingan di Grup 1 dipastikan berlangsung ketat. Hanya dua tim teratas yang berhak melaju ke babak semifinal UEFA Nations League.
Sementara itu, tim yang finis di peringkat ketiga harus menjalani playoff degradasi, sedangkan penghuni dasar klasemen akan langsung terdegradasi.
Dengan komposisi grup yang kompetitif, Roberto Mancini dituntut segera menemukan formula terbaik agar Italia mampu kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.
