Jakarta – Iran mengatakan telah menerima informasi yang mengindikasikan bahwa Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk kembali melancarkan serangan terhadap negaranya.
Militer Iran menyebut rencana tersebut telah mendapat lampu hijau dari sejumlah negara di kawasan Teluk.
“Berdasarkan informasi yang diterima, Amerika yang kriminal sekali lagi memutuskan untuk melanjutkan tindakan terhadap Iran, dengan lampu hijau dari sejumlah negara kawasan, dalam pertemuan bersama yang digelar di sebuah negara Eropa,” kata Komando Pusat Khatam al-Anbiya dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi pemerintah IRIB, dikutip Anadolu, Minggu (20/9).
Reuters juga melaporkan pada Minggu (20/9) bahwa Iran mengeluarkan peringatan terhadap AS dan sekutunya terkait kemungkinan serangan baru. Namun, klaim mengenai keputusan AS untuk melancarkan serangan kembali tersebut berasal dari pihak Iran dan belum menjadi konfirmasi independen mengenai keputusan militer AS.
Iran Ancam Balas Serangan AS
Merespons informasi tersebut, Iran memperingatkan akan membalas jika AS kembali melakukan serangan.
Teheran juga memperingatkan negara-negara di Timur Tengah bahwa mereka akan dianggap terlibat jika Amerika kembali melancarkan serangan besar terhadap Iran dari pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan.
Komando pusat militer Iran mengatakan setiap serangan AS akan dibalas dengan serangan terhadap pangkalan dan kepentingan Amerika tanpa batasan atau pertimbangan apa pun.
“Kami memperingatkan bahwa jika negara-negara di kawasan berpihak pada agresi Setan Besar terhadap Iran yang kuat dan berdaulat, mereka semua akan dianggap terlibat dalam kejahatan ini dan tidak dapat lagi mengharapkan angkatan bersenjata Iran yang kuat menahan diri maupun menunjukkan sikap baik,” kata pernyataan tersebut.
Peringatan Iran muncul ketika konflik AS-Iran masih berlangsung dan ketegangan di kawasan meningkat. Reuters melaporkan pada 17 September bahwa Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan keputusan terkait kemungkinan kembali melakukan operasi militer besar terhadap Iran.
Ketegangan Timur Tengah Terus Meningkat
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Teheran kemudian merespons dengan melancarkan serangan ke sejumlah negara di kawasan yang menjadi lokasi aset-aset militer AS.
Konflik tersebut juga berdampak terhadap aktivitas pelayaran di kawasan, termasuk di Selat Hormuz.
Laporan Reuters menunjukkan lalu lintas kapal komersial melalui Selat Hormuz mengalami penurunan tajam pada pertengahan September di tengah meningkatnya konflik dan ancaman keamanan di kawasan.
Washington dan Teheran sebelumnya menandatangani kesepakatan kerangka pada Juni yang mengatur penghentian operasi militer serta mekanisme untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran.
Namun, kesepakatan tersebut kemudian runtuh akibat perbedaan pendapat kedua pihak mengenai pelayaran di jalur perairan strategis tersebut.
Perkembangan terbaru menunjukkan ketegangan masih berlangsung, sementara ancaman serangan baru dan respons militer dari kedua pihak terus menjadi perhatian di kawasan Timur Tengah.
