Penulis : Redaksi

Banda Aceh — Kepala Pos Wilayah (Kaposwil) Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh, Safrizal ZA, meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota mempercepat penyaluran dana stimulan rumah serta pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana.

Safrizal menegaskan percepatan tersebut diperlukan agar hak masyarakat terdampak bencana dapat dipenuhi sebelum masa transisi darurat menuju pemulihan berakhir.

“Saya minta seluruh jajaran BPBD segera akselerasi penyerapan dana dan percepat progres Huntap. Hindari penundaan lagi, dan lakukan jemput bola agar hak masyarakat terpenuhi tepat waktu,” ujar Safrizal ZA, Rabu (15/7).

Masa transisi darurat menuju pemulihan pascabencana di Aceh dijadwalkan berakhir pada 30 Juli 2026.

Penyaluran Dana Stimulan Terus Berjalan

Berdasarkan data per 14 Juli 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan bantuan stimulan kepada BPBD di Aceh dengan total nilai Rp653,7 miliar.

Dari jumlah tersebut, Rp570,03 miliar telah masuk ke rekening masyarakat.

Sementara itu, realisasi belanja dana stimulan di seluruh wilayah Provinsi Aceh telah mencapai Rp240 miliar.

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi daerah dengan realisasi belanja tertinggi, yakni Rp140,9 miliar.

Sebaliknya, Kabupaten Gayo Lues tercatat memiliki realisasi belanja terendah sehingga menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dari Satgas PRR.

Pembangunan Huntap Terus Dipercepat

Untuk penanganan rumah rusak berat, pemerintah menargetkan penyelesaian 12.671 unit hunian tetap.

Saat ini, sebanyak 398 unit masih dalam tahap pembangunan, sedangkan 85 unit telah selesai dibangun.

Satgas PRR menilai percepatan pembangunan Huntap menjadi langkah penting agar masyarakat terdampak bencana segera memperoleh tempat tinggal yang layak sebelum masa transisi pemulihan berakhir.