Jakarta — Masa kehamilan identik dengan berbagai perubahan fisik yang kerap terjadi secara tak terduga. Mulai dari perut yang membesar hingga fenomena pregnancy glow yang membuat kulit tampak lebih cerah dan berseri.
Belakangan ini, media sosial, khususnya TikTok, ramai membahas fenomena “pregnancy nose”. Tren tersebut menampilkan perubahan bentuk hidung ibu hamil yang terlihat lebih besar, lebar, atau membulat dibandingkan sebelum kehamilan.
Tak sedikit ibu hamil mengaku mengalami perubahan pada area hidung selama masa kehamilan. Lalu, apakah kondisi ini normal secara medis?
Apa Itu Pregnancy Nose?
Melansir The Ohio State University, pregnancy nose merupakan kondisi pembengkakan jaringan lunak di area hidung yang terjadi akibat perubahan fisiologis selama kehamilan.
Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan hormon estrogen yang membuat pembuluh darah melebar di seluruh tubuh, termasuk pada area wajah dan hidung.
Hidung manusia memiliki lapisan mukosa yang mengandung kelenjar penghasil lendir serta struktur bernama inferior turbinate, yakni jaringan lunak yang berfungsi membantu menghangatkan udara saat bernapas. Selama kehamilan, jaringan ini terisi lebih banyak darah sehingga mengalami pembengkakan dan membuat bentuk hidung tampak lebih besar dari biasanya.
Selain perubahan bentuk hidung, ibu hamil juga kerap mengalami pregnancy rhinitis. Kondisi ini ditandai dengan gejala menyerupai alergi, seperti hidung tersumbat, bersin, hingga pilek yang dapat berlangsung selama beberapa minggu pada trimester mana pun.
Penyebab Hidung Membesar Saat Hamil
Mengutip Morula IVF, terdapat beberapa faktor utama yang memicu perubahan bentuk hidung selama kehamilan, antara lain:
1. Lonjakan Hormon
Peningkatan hormon estrogen dan progesteron menyebabkan aliran darah menuju jaringan mukosa hidung meningkat sehingga memicu pembengkakan.
2. Retensi Cairan
Tubuh ibu hamil cenderung menahan lebih banyak cairan untuk mendukung pertumbuhan janin. Kondisi ini dapat memicu pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, termasuk tangan, kaki, dan hidung.
3. Volume Darah Meningkat
Selama kehamilan, volume darah dapat meningkat hingga 50 persen. Tekanan tambahan pada pembuluh darah kecil atau kapiler di area hidung turut memengaruhi perubahan ukuran hidung.
Cara Mengurangi Ketidaknyamanan Pregnancy Nose
Meski tergolong normal dan tidak berbahaya, pembengkakan pada hidung sering kali membuat ibu hamil merasa tidak nyaman. Beberapa langkah berikut dapat membantu meredakannya:
- Kompres dingin untuk membantu mengecilkan pembuluh darah sementara.
- Mengurangi konsumsi garam agar retensi cairan tidak semakin parah.
- Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi menggunakan bantal tambahan untuk membantu mengurangi penumpukan cairan di wajah.
- Memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar sirkulasi darah tetap lancar.
- Menggunakan humidifier guna membantu melegakan pernapasan saat hidung tersumbat.
Kapan Harus Waspada?
Pregnancy nose umumnya bersifat sementara dan akan kembali normal beberapa minggu setelah persalinan, seiring kadar hormon dalam tubuh yang mulai stabil.
Namun, ibu hamil perlu waspada apabila pembengkakan terjadi secara tiba-tiba dan berlebihan, terutama jika disertai tekanan darah tinggi atau sakit kepala hebat. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda preeklamsia, yakni komplikasi kehamilan serius yang memerlukan penanganan medis segera.
