Penulis : Redaksi

Jakarta — Sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat pada Rabu (7/10). Masyarakat di wilayah yang masuk dalam peringatan dini diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca sepekan periode 6–12 Oktober 2026 menyebut kondisi kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, hujan lebat hingga sangat lebat tetap berpotensi terjadi secara lokal.

Untuk periode 6–9 Oktober 2026, BMKG menetapkan sejumlah wilayah dalam kategori peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat.

Wilayah yang berstatus Siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kalimantan Utara.

Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya diprakirakan mengalami peningkatan hujan dengan intensitas sedang, termasuk Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Papua Pegunungan, dan Papua.

Kondisi Cuaca Indonesia Masih Didominasi Kering

BMKG menjelaskan, kondisi atmosfer Indonesia pada awal Oktober 2026 masih dipengaruhi faktor iklim global yang cenderung mempertahankan kondisi relatif kering di sejumlah wilayah.

El Niño dengan intensitas sangat kuat masih bertahan di Samudra Pasifik ekuatorial. Pada saat yang sama, Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut mengurangi pasokan uap air dari Samudra Hindia menuju Indonesia bagian barat.

Pada Dasarian I Oktober 2026, sekitar 79,65 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–50 milimeter per dasarian.

Sekitar 19,99 persen wilayah berada pada kategori menengah dengan curah hujan 50–150 milimeter per dasarian. Sementara itu, hanya sekitar 0,36 persen wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi, yakni 150–300 milimeter per dasarian.

Kondisi tersebut menunjukkan periode kering masih berpotensi berlanjut di sebagian besar wilayah Indonesia. BMKG juga mengingatkan kewaspadaan terhadap kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang sebelumnya mengalami periode tanpa hujan cukup panjang.

Hujan Lebat Masih Berpeluang Terjadi Secara Lokal

Meski kondisi kering mendominasi, dinamika atmosfer regional tetap dapat memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan berada di sekitar Samudra Hindia sebelah barat Sumatera. Sementara itu, Gelombang Kelvin berpotensi memengaruhi Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Selain itu, zona perlambatan dan pertemuan massa udara diprakirakan terbentuk di sebagian Sumatera bagian tengah dan utara, Kalimantan bagian tengah hingga timur, Sulawesi bagian utara, serta Papua.

Kondisi tersebut, ditambah suhu muka laut yang relatif hangat serta pola konvergensi dan belokan angin, dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Karena itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi secara lokal.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, terutama ketika beraktivitas di wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem.