Penulis : Redaksi

Gaza — Warga Palestina menggelar pemakaman massal bagi 41 jenazah yang ditemukan dari bawah reruntuhan bangunan di Nuseirat, Gaza, Selasa (29/9). Jenazah tersebut merupakan korban serangan yang terjadi sejak perang pecah pada Oktober 2023.

Menurut laporan Reuters, jenazah 41 warga Palestina itu ditemukan dari reruntuhan sebuah bangunan permukiman yang terkena serangan Israel pada 31 Oktober 2023. Proses pemakaman berlangsung di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza Tengah.

Penemuan jenazah tersebut menjadi kesempatan bagi keluarga untuk memberikan penghormatan terakhir setelah hampir tiga tahun menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.

Jenazah Ditemukan dari Bawah Reruntuhan

Jenazah para korban ditemukan di antara puing-puing bangunan yang hancur. Tim pertahanan sipil di Gaza terus melakukan pencarian dan evakuasi jenazah yang masih berada di bawah reruntuhan.

Proses pencarian menghadapi kendala karena banyaknya bangunan yang hancur dan kebutuhan terhadap alat berat untuk mengangkat puing-puing. Kondisi tersebut membuat proses menemukan korban yang masih tertimbun membutuhkan waktu.

Bagi keluarga korban, ditemukannya jenazah memberikan kepastian setelah penantian panjang. Pemakaman juga memungkinkan mereka untuk menguburkan anggota keluarga yang selama ini belum diketahui keberadaannya.

Lebih dari 8.000 Orang Diperkirakan Masih Tertimbun

Otoritas Palestina memperkirakan lebih dari 8.000 orang masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan di Gaza. Angka tersebut menunjukkan besarnya pekerjaan yang masih harus dilakukan untuk mencari dan mengidentifikasi korban yang belum ditemukan.

Operasi pencarian dan evakuasi jenazah berlangsung di tengah kondisi Gaza yang masih dipenuhi bangunan rusak dan puing-puing akibat konflik.

Pemakaman massal di Nuseirat menjadi salah satu prosesi pemakaman bagi korban yang jenazah atau sisa jasadnya baru berhasil ditemukan setelah tertimbun reruntuhan selama bertahun-tahun.